Blog Archives

Konser Twilite Orchestra – Simfoni Bhineka Tunggal Ika (2)

konser3Konser dimulai pukul setengah delapan malam di Theater baru di kawasan kuningan, yaitu Ciputra Artprenuer Theater. Konon theater ini sudah bekelas internasional. Pantas saja bulan lalu ada pentas musikal “Beauty and the Beast” yang di bawakan sekelas broadway seperti di US.

Setelah browsing di internet mengenai tempat yang bakal menjadi tempat konser, membuat saya makin excited hehe. Maklum lah, ini merupakan hal pertama bagi saya untuk menyaksikan musik orkestra secara langsung.

Sejak sore, saya dan teman sudah stand by di Lotte Shopping Avenue, untuk makan dan minum sejenak sambil nunggu dibukanya acara konser.

Kesan pertama melihat Ciputra Artprenuer Theater ini adalah megah, keren dan mewah. Desain interior yang sangat cantik ditambah dengan penataan cahaya yang cantik membuat theater ini memang layak bergelar taraf internasional.

Konser dibuka dengan lagu Indonesia Raya dan Tanah Airku. Ya, lagu Tanah Airku adalah lagu yang paling saya suka di album “The sounds of Indonesia”. Entah mengapa selalu merinding ketika mendengar lagu ini. Dan juga seperti ada rasa mistis yang membuat level nasionalisme saya naik menjadi berlipat ganda setelah mendengar lagu ciptaan Ibu Sud ini.

Konser dibagi menjadi dua part yang diselingi 15 menit break. Sepanjang konser hanya kekaguman dan sesekali kepala bergoyang ringan dan kaki dengan reflek ikut berdendang mengikuti irama keindahan musik orkestra. Harmonisasi dari alat musik satu dengan yang lain sungguh membuat telinga ini sangat dimanajakan.

konser4

Tapi tak hanya telinga yang ikut bahagia mendengar kelembutan harmonisasi musiknya. Indera penglihatan ini juga ikut merasakan kekompakan gesture tubuh para pemain orkestra yang bagi saya unik dan keren saat di lihat. Gesture tubuh mereka seakan ikut “bermain” dan menyatu dengan alat musik yang mereka mainkan. Ditambah dengan gerakan tangan dan gesture tubuh Om Addie MS selaku Conductor yang tak lagi diragukan kualitas dan dedikasinya di dunia musik.

Tepukan dan sorak sorai penonton selalu menjadi penutup di setiap lagu yang dimainkan, termasuk saya tentunya. Ada lagu yang menarik bagi saya dari semua lagu dimainkan di acara konser kemarin. Lagu”Rasa Sayange”, tentu kita masih ingat betul akan klaim negara tetangga yang mengaku-ngaku kalo lagu ini merupakan lagu milik negeri seberang.

Ah, bangga rasanya mendengar lagu ini masuk dalam album The Sounds of Indonesia. Seakan ini merupakan tamparan dan pembuktian lagu ini adalah lagu Indonesia. Pembuktian dan karya seperti inilah yang harus lebuh kita kedepankan ketimbang demo-demo tak berguna di jalan.

Kita semua baru terbakar jenggot jikalau ada pihak lain yang meng klaim. Padahal selama ini lagu-lagu daerah kurang di apresiasi oleh warganya sendiri.

konser6

Dari semua pemain orkestra, saya paling suka adalah pemain yang membawa biola. Tanpa mengindahkan pemain alat musik lain, bagi saya biola itu sangat romantis, apalagi jika ada seorang wanita mampu memainkan biola, bagi saya ia sangat seksi 🙂

Di sini lagu daerah benar-benar naik ke kelas tertinggi. Menjadi musik yang mewah dan megah. Konser yang sempat diragukan penjualan tiketnya, akan tetapi hari itu full house. Ini menjadi bukti masih banyak masyarakat indonesia yang cinta dengan lagu daerah. Lagu daerah yang digarap serius oleh salah satu anak bangsa sendiri.

Apalagi lagu-lagu daerah yang kini hampir jarang kita dengar di tempat publik karena gempuran musik pop dan musik asing. Di malam itu, lagu-lagu daerah sukses menjadi tuan rumah di negerinya sendiri, Indonesia.

Dirgahayu Indonesiaku yang ke 70 tahun. Semoga engkau selalu Jaya !!! Merdeka !!!