Blog Archives

My beloved Mom’s Birthday

Momferry

“Hallo Ma, Assalamulaiakum,

“Halloo, Wa’alaikumsalam”

“Selamat ulang tahun Mama. Semoga sehat terus, panjang umurnya, makin sabar ya ma dengan semuanya. Maaf ma, kalau Ferry belum bisa ngasih apa-apa ke mama, Ferry belum bisa pulang bulan ini”

“Terima kasih sayang, nggak apa-apa, mama dah seneng dan bersyukur dengan apa yang ada sekarang, terima kasih ya sayang.”

Tadi sepotong percakapan telfon antara saya dan mama tadi pagi sebelum berangkat ke kantor, ah kangen pengen pulang hiks hiks. Selamat ulang tahun mama, sehat terus ya ma 🙂

My lovely Mom

Pertama kali dalam seumur hidupku mama masuk rumah sakit. Sosok ibu yang sangat amat saya cintai dan sayangi kini jatuh sakit dan terbaling lemah di tempat tidur rumah sakit. Ketika mendengar kabar itu, hari hari kerja menjadi tidak fokus, selalu khawatir dan selalu ingin segera pulang untuk menemui mama. Hingga akhirnya aku mengajukan cuti seminggu untuk bisa pulang ke Sragen.

Lagu yang paling pas dengan keadaan saat itu mungkin lagunya Home dari Michael Bubble, nangis rasanya kalau mendengar lagu itu bahkan kini, kalau kembali mendengar lagu itu, bener bener langsung ingat mama di rumah. Indeed, I just wanna go home.

Ketika di rumah sakit, sering mata ini mengeluarkan air mata dengan sendirinya. Ketika mama tidur, berulang kali kupandangi wajahnya yang kini sudah mulai menua, ya Allah berilah kesehatan untuknya, angkatlah dosa-dosanya di masa sakitnya ini. Mama menjadi seseorang yang sentral dalam keluarga, bagaimana tidak mama adalah seorang single parent yang luar biasa telah banyak pengorbanan dan kerja keras untuk selalu mengupayakan yang terbaik bagi anak anaknya. Terkadang dalam doaku, biarlah aku saja yang sakit bukan mama.

Akhirnya mama bisa pulang dari rumah sakit setelah 11 hari di rawat di rumah sakit, Bersamaan itu waktu cutiku telah hampir habis, tapi waktu itu mama memintaku untuk tinggal lebih lama lagi di rumah untuk bisa menemaninya ketika di rumah untuk beberapa hari. Akhirnya cutipun saya perpanjang seminggu lagi kedepan. Untunglah, dari cinta anak-anaknya dan semangat mama untuk cepat sembuh membuat kondisi mama semakin membaik.

Saya beruntung tinggal di keluarga ini, kami sekeluarga sangat mudah dan terbiasa untuk bilang dan mengekspresikan rasa sayang baik dari lisan, pelukan serta ciuman hangat dari mama ke anak-anaknya dan juga tentu tidak malu untuk bilang “Ma, aku sayang mama atau Ma, kami sayang sama mama”. Adik-adikku pun demikian tidak ada rasa canggung untuk bilang rasa sayang ke mama. Ma, kami sayaaaang banget sama mama.

Tak ada yang ingin ku bahagiakan untuk pertama kali kecuali mama, Ya Allah berilah hamba kesempatan untuk bisa membahagiakannya, Amin ya Robbal alamin