Sabtu Bersama Bapak

my books 3Mumpung liburan tahun baru, disempetin untuk ngereview buku “Sabtu Bersama Bapak” karya Adhitya Mulya. Mungkin saya telat baru di penghujung tahun baca buku ini, kalo lihat di bukunya, edisi yang saya pegang kali ini merupakan cetakan keenam di tahun 2014. Wow banget kan !

Sebuah buku tentang seorang Bapak yang berhasil memberikan pesan-pesan kepada dua anak lelakinya melalui cara yang tidak biasa. Si Bapak menyempatkan membuat kumpulan video-video singkat yang berisikan pesan-pesan untuk anak-anaknya. Sebelum akhirnya si Bapak meninggal dunia karena sakit

Dimana setelah si Bapak tiada, setiap sabtu malam si ibu dan kedua anaknya akan bekumpul bersama untuk melihat video nya Bapak.

Buku fiksi yang berisikan 277 halaman ini bercerita mengenai sebuah keluarga dengan dua anak laki-laki. Sebagaimana saya kutip di sampul belakang buku ini,

“Ini adalah sebuah cerita. Tentang seorang pemuda yang belajar mencari cinta. Tentang seorang pria yang belajar menjadi bapak dan suami yang baik. Tentang seorang ibu yang membesarkan mereka dengan penuh kasih. Dan…, tentang seorang bapak yang meninggalkan pesan dan berjanji selalu ada bersama mereka. “

Bingung mau apa yang di review, karena menurut saya setiap momen buku ini mempunyai makna. Mungkin lebih enak untuk ngeshare hasil pemikiran saya setelah baca buku ini hehe.

Ada hal yang membuat saya sempat meneteskan air mata, ketika sang Ibu yang kekeuh nggak mau merepotkan kedua anaknya ketika sang Ibu sedang sakit keras. Ia berusaha dengan keras untuk menutupi kesakitannya itu dari kedua anaknya hanya karena ia tidak mau merepotkan dari anak-anaknya.

Kisah seorang anak pertama yang mempunyai wajah dan prestasi mumpuni, tapi ia harus diuji untuk menjadi seorang suami dan ayah yang baik bagi anak-anaknya. Ia yang suka marah-marah ketika pulang kerja dan selalu membandingkan atas apa yang anaknya capai dengan apa yang telah ia capai di seumuran anaknya dahulu. *langsung ngaca*

Sebuah cerita tentang anak kedua dari si bapak yang berjuang untuk mencari cinta. Berjuang dari ledekan dari saudara dan desakan dari Sang Ibu yang sangat ingin melihatnya di pelaminan selagi sang ibu masih ada usia.

Ada percakapan menarik bagi saya antara Sang ibu dan si anak kedua (Saka) mengenai jodoh.

“Mam, sebenernya ada kok, alasan kenapa Saka sampai sekarang belum menikah atau belum punya pacar.”

“Saka membuktikan kepada diri sendiri dulu. Bahwa Saka siap lahir batin untuk jadi suami. Makanya ngejar karier dulu. belajar agama dulu. Nabung dulu. Kalau saka udah pede sama diri sendiri, Saka akan pede sama perempuan”

“….”

“Ka, istri yang baik gak akan keberatan diajak melarat.”

“Iya sih, Tapi Mah, suami yang baik tidak akan tega mengajak istrinya untuk melarat”

Pasti pada comment, kalau nunggu semuanya ada ya nggak nikah-nikah bro !!!. Hey, Setiap orang tentulah punya threshold dimana jika threshold itu telah tercapai, Pastilah untuk mengucapkan ijab Qobul tentu tak lagi menjadi “sulit” baginya.

threshold itu tak semata-mata materi tetapi juga batin, ilmu dan lainnya,

Buku ini banyak mengambil hal-hal yang terjadi di keluarga kita, problematika yang ada di keluarga masa kini. Mungkin di keluarga saya dan mungkin di keluarga kalian. Cerita yang mengajarkan bagaimana menjadi seorang ibu yang baik, anak yang berbakti kepada orang tuanya, serta tak ketinggalan bagaimana menjadi seorang suami yang baik untuk istrinya dan seorang ayah yang patut dicontoh bagi anak-anaknya.

Semuanya berhasil disusun apik oleh penulis dalam sebuah buku fiksi yang mengalir enak dan sukses memberikan pesan ke pembacanya tanpa rasa menggurui.

Advertisements

About Ferry

Berusaha untuk menjadi orang yang makin bermanfaat bagi orang lain

Posted on January 1, 2015, in lif3 and tagged , . Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. Wah keren juga si Bapak ya kalo memang ada di dunia nyata kayak begitu.
    Setiap buku yang ditulis ada pesan yang disampaikan penulis.

  2. Hi alris.
    Si Bapak memang digambarkan seorang sosok yg bs jd panutan bagi istri dan anaknya.

    Beruntung lah bagi org mempunyai bapak yg baik. Tidak semua anak mempunyai itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: