Cerita dari Rumah #2

Pertengahan bulan april lalu, Alhamdulillah saya ada kesempatan untuk pulang ke Sragen, rumah tercinta. Ini merupakan kepulangan kedua saya setelah di bulan Januari lalu di tahun ini. Ada hal yang lucu ketika saya pulang waktu itu. Ketika saya membeli sesuatu di warung deket rumah, saat itu bertemu dengan tetangga yang kebetulan juga sedang membeli di warung tersebut. Setelah saya basa basi untuk menyapa dan juga dia kembali menyapa saya.

Waktu itu dia bilang “wah enak tenan ferry mulah muleh terus” saya hanya menjawab dengan senyum kepadanya. Hal inipun saya ceritakan ke mama di rumah. Setelah bincang ringan, begitu bersyukurnya saya bisa pulang “sering” ke rumah Sragen. Kata “sering” yang mungkin sebenernya bagi saya masih kurang, mungkin juga lebih pas di sebut jarang.

Akan tetapi setelah dilihat dan diamati, ternyata memang benar kebanyakan dari “orang rantau” dari desaku yang di Jakarta, hanya saya yang paling sering pulang ke rumah hehehe. Sebagian besar mereka memang pulang ke Sragen hanya setahun sekali yaitu saat Iedul Fitri atau jika ada hajatan besar di keluarganya, barulah pulang ke Sragen.

Lah saya, Bersyukur bisa lebih dari sekali pulang ke rumah Sragen. Tahun lalu saja saya pulang ke rumah Sragen sekitar lima kali dalam setahun. Entah kenapa home sick ketika sudah bekerja, jauh lebih terasa dan sering ketimbang masa masa kuliah. Dahulu, pernah pada saat masa liburan pasca ujian, saya lebih memilih tidak pulang ke Sragen. Saya memutuskan untuk stay di kampus karena waktu itu saya disibukkan dengan kegiatan kampus yang menyenangkan.

Yah, mungkin saya sudah jatuh cinta dengan IPB. Kuliahnya, masjidnya, teman-temannya, lingkungannya, semuanya. Ah, membuat saya rindu masa masa kampus.

Setelah memasuki dunia kerja, semuanya berubah, sering beberapa kali saya “paksakan” untuk pulang ke rumah Sragen meski hanya semalam atau dua malam. Lelah memang, tapi itu semua bisa semuanya lenyap ketika sudah bertemu dengan keluarga.

Entahlah, dunia kerja tentu berbeda dengan masa kuliah dulu. Teman-temannya, lingkungannya, semuanya. Saya juga merasa “sendiri” di dunia kerja hehehe. Jadi hanya “pulang” yang bisa mengobati semuanya.

Bertemu dan mendengar suara mama, mbah putri, dan adik-adik membuat diri ini seperti mendapat semangat baru. Pulang ke rumah bagai mendapat energi baru. Energi untuk terus mewujudkan mimpi-mimpi yang ada di dalam diri. Selagi masih ada kesempatan untuk betemu orangtua, ya mengapa tidak ?

Yaa Rabb berilah saya kesempatan untuk melihat mama dan orang-orang terdekat saya tersenyum bahagia. Berilah kami kebahagian di dunia maupun di dunia akhirat. Amin

Advertisements

About Ferry

Berusaha untuk menjadi orang yang makin bermanfaat bagi orang lain

Posted on May 1, 2014, in lif3 and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: