Cerita dari Rumah

Weekend pertama di Jakarta pasca #MudikPart1 ditemani hujan sepanjang hari. Berita tentang banjir juga jadi headline di berbagai media, Alhamdulillah 1,5 tahun ini saya sudah hijrah dari Tg duren ke kebon Kacang. Nggak kebayang di saat-saat kaya gini macetnya udah kaya apa tuh jalanan, stressnya, belum lagi banjir di depan citraland yang udah jadi langganan plus jadi pepes di Bus 213.

Kini ke kantor tinggal jalan kaki 10 menit, nggak lagi stress di jalan, nggak lagi buat orang rumah khawatir anaknya di jalan di saat banyak banjir dimana-mana #EdisiAnakMama. Sekarang orang rumahpun bisa tenang dan juga saya tentunya hehehe

Mumpung sedang hujan di luar sana, paling enak ya semedi aja dikosan sambil blogwalking dan ngeposting tulisan baru di blog. Blogwalking hari ini nemu postingan yang entah kenapa bisa sama banget dengan apa yang udah saya alami, all about family.

Lima hari empat malam di Sragen sepertinya akan terasa sangat amat cepat berlalu. Tapi ini cukup me-refresh kembali semangat, harapan dan mimpi yang terkadang kehilangan spiritnya ketika di Jakarta dengan segala kesibukannya. Kalau pulang ke rumah, entah kenapa stres, capek dan penatnya Jakarta bisa hilang semua ketika melihat wajah mama, adik2ku hehe.

Salah satu kegiatan yang paling saya suka ketika di rumah yaitu nemenin mama belanja ke pasar hehehe. Beli keperluan rumah dan nyetok kebutuhan rumah juga, pas di kasir aku deh bayar. Nggak tau kenapa ada sensasi tersendiri ketika membeli sesuatu untuk mama, rumah, adik dari hasil keringat sendiri. Pernah di suatu toko, mungkin mama lihat barang yang disukainya, trus bilang β€œFer, mama boleh pinjam uang kamu nggak?” Dalam hati nggak usah pinjam ma, mama mau apa selagi saya mampu pasti diusahakan sangat.

Setiap pulang, aku, mama dan kedua adikku meluangkan waktu ngumpul di ruang TV, becanda, cerita aktivitasnya masing-masing. Hal yang paling aku kangenin adalah mendengar harapan, keinginan dan mimpi-mimpi mereka. Seperti biasa mama kasih wejangan, aku juga sebagai si Sulung nggak ketinggalan ikut sharing-sharing, memberi pandangan tentang keinginan dan mimpi mereka. Really love it.

Seperti biasa di saat waktu cuti habis dan harus kembali ke Jakarta, itu menjadi hari yang paling menyebalkan hehe. Tapi inilah jalan yang kupilih sekarang, punya pekerjaan bagus yang tak semua orang mempunyai kesempatan yang sama. Saya harus kembali bekerja di Jakarta demi sebongkah berlian. Sebelum berangkat cium dan pelukan hangat dari mbah putri dan mama menjadi penutup kepulanganku kali ini, dan tak sabar untuk datang kembali untuk bertemu dan melihat senyum mereka.

Advertisements

About Ferry

Berusaha untuk menjadi orang yang makin bermanfaat bagi orang lain

Posted on January 18, 2014, in lif3 and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: