Ketingalan kereta Solo-Jakarta T_T

Yup, banyak diantara kita pasti pernah ketinggalan kereta, apalagi bagi kalian yang berdomisili di daaerah penyangga kota Jakarta yaitu Bodetabek. Dimana setiap harinya mereka harus menempuh perjalanan naik KRL Komuter untuk bisa ke Jakarta. Alasan terbanyak kalo kita ketinggalan kereta mungkin dateng telat ke stasiun. Saya juga pernah ngalamin hal yang nggak enak kaya gini, waktu itu pas mau maen ke Bogor atau dari Bogor ke Jakarta. Kalau ketinggalan, solusinya tinggal nunggu jadwal kereta selanjutnya, yah apes-apesnya nunggu sejam lagi dari jadwal semula.

Dan, kali ini saya mengalami lagi yang namanya “ketinggalan kereta”, tapi bukan kereta Jakarta- Bogor, depok, bekasi atau serpong. Akan tetapi ketinggalan kereta Bisnis Solo Jakarta. Yup Solo Jakarta huaahuaaa *masih shock kalo inget ini T_T*. Ini semua bukan karena saya telat dateng bahkan saya sudah tiba di stasuin satu jam sebelum jadwal keberangkatan, tapi gara-gara salah nunggu peron hiks hiks.

Kereta dijadwalkan berangkat pukul enam sore dari Stasiun Solo Balapan, pukul lima sore saya sudah tiba dan menunggu di ruang tunggu stasiun, jam 6 kurang 15 menit ada pengumuman dari speaker stasiun kalau kereta akan segera tiba, saya menunggu kok gak ada yang lewat, hingga akhirnya tepat pukul enam kembali ada pengumuman kalau kereta bisnis yang akan saya tumpangi mau meninggalkan stasiun menuju Jakarta. Lalu saya tengak tengok plus bingung kok gak ada keretanya setelah nanya sama security setempat, ternyata keretanya ada di peron enam yang letaknya di halaangi oleh tembok dan office stasiun. Langsung seketika lari ke peron itu, dan keretanya sudah berangkat 200 meter meninggalkan stasiun huaahuaaahuaaa.

Shock, bingung, dah nanya petugas ada cara lain gak untuk saya bisa naek tuh kereta yang sudah jalan, dan seperti yang saya kira jawabannya gak ada. Langsung ke bagian depan stasiun untuk tanya apakah masih ada kursi di kereta Argo yang akan berangkat pukul 08.00 malam, dan sold out untuk semua perjalanan ke Jakarta. Saya nelpon rumah sambil mewek, mama aku ketinggalan kereta huaahuaa *anak mama mode: on*. Besoknya harus kerja, gimana inih ???. Mama kasih saran untuk ke terminal Solo yang letaknya gak begitu jauh dari stasiun *padahal dah mau langsung balik ke rumah aja*. Dari stasiun naek ojek dan 10 menit kemudian tibalah di stasiun Tirtonadi Solo, nanya ke beberapa agen langganan, dan semua bilang sold out, dah mau pasrah, mau pulang aja ke rumah hingga calo itu datang dan menawarkan kalau masih ada bus ke Jakarta.

Do you know bus yang ditawarkan calo itu bus Harta Sanjaya, bus yang udah well known dengan ugal-ugalan dan punya history dengan banyak kecelakaan di jalan. Kondisi bus yang sudah tua, meski AC tempat duduknya seat 2-3 dan udah jelek hiks hiks, no bantal no selimut and free makan, ini mah namanya “bus omprengan”. Liat kondisi bus kaya gini, bimbang kembali nelpon orang rumah, setelah mikir mikir mikir mikir akhirnya dengan berat hati dan dengan keadaan sangat terpaksa naek ini bus. Dan ini merupakan perjalanan terburuk yang pernah saya alami.

Advertisements

About Ferry

Berusaha untuk menjadi orang yang makin bermanfaat bagi orang lain

Posted on October 17, 2013, in lif3. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: