Perpisahan itu menyakitkan

Sedih, hari ini penjaga kosan yang sudah ku anggap sebagai adekku sendiri yang juga kebetulan usia nya sama dengan adekku baru saja bilang pamit untuk pulang kampung. Entah kenapa apakah ada masalah atau memang ada acara keluarga mendadak, ia tiba tiba pamit. Padahal baru minggu lalu bilang kalu dia betah kerja di sini. Salah satu menjadi betah tinggal di kosan ini adalah ada temen jalan ke masjid bareng dia. Hal yang jarang saya dapet selama kos di Jakarta. Hmm, ini kedua kalinya terjadi selama ngekos di Jakarta. Kos sebelumnya di Tg duren, Mba rum namanya, pada waktu itu tiba-tiba juga pamit untuk pergi dari kosan. Mba Rum juga udah saya anggap sebagai keluarga sendiri.
Ya Allah, setiap ada pertemuan pasti juga ada perpisahan. Tapi mengapa setiap perpisahan terasa menyakitkan dan meninggalkan kesedihan. Yakin, setiap peristiwa selalu membawa hikmah.

Advertisements

About Ferry

Berusaha untuk menjadi orang yang makin bermanfaat bagi orang lain

Posted on November 10, 2012, in lif3. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: