Happy Birthday to me

Advertisements

Konser Twilite Orchestra – Simfoni Bhineka Tunggal Ika (2)

konser3Konser dimulai pukul setengah delapan malam di Theater baru di kawasan kuningan, yaitu Ciputra Artprenuer Theater. Konon theater ini sudah bekelas internasional. Pantas saja bulan lalu ada pentas musikal “Beauty and the Beast” yang di bawakan sekelas broadway seperti di US.

Setelah browsing di internet mengenai tempat yang bakal menjadi tempat konser, membuat saya makin excited hehe. Maklum lah, ini merupakan hal pertama bagi saya untuk menyaksikan musik orkestra secara langsung.

Sejak sore, saya dan teman sudah stand by di Lotte Shopping Avenue, untuk makan dan minum sejenak sambil nunggu dibukanya acara konser.

Kesan pertama melihat Ciputra Artprenuer Theater ini adalah megah, keren dan mewah. Desain interior yang sangat cantik ditambah dengan penataan cahaya yang cantik membuat theater ini memang layak bergelar taraf internasional.

Konser dibuka dengan lagu Indonesia Raya dan Tanah Airku. Ya, lagu Tanah Airku adalah lagu yang paling saya suka di album “The sounds of Indonesia”. Entah mengapa selalu merinding ketika mendengar lagu ini. Dan juga seperti ada rasa mistis yang membuat level nasionalisme saya naik menjadi berlipat ganda setelah mendengar lagu ciptaan Ibu Sud ini.

Konser dibagi menjadi dua part yang diselingi 15 menit break. Sepanjang konser hanya kekaguman dan sesekali kepala bergoyang ringan dan kaki dengan reflek ikut berdendang mengikuti irama keindahan musik orkestra. Harmonisasi dari alat musik satu dengan yang lain sungguh membuat telinga ini sangat dimanajakan.

konser4

Tapi tak hanya telinga yang ikut bahagia mendengar kelembutan harmonisasi musiknya. Indera penglihatan ini juga ikut merasakan kekompakan gesture tubuh para pemain orkestra yang bagi saya unik dan keren saat di lihat. Gesture tubuh mereka seakan ikut “bermain” dan menyatu dengan alat musik yang mereka mainkan. Ditambah dengan gerakan tangan dan gesture tubuh Om Addie MS selaku Conductor yang tak lagi diragukan kualitas dan dedikasinya di dunia musik.

Tepukan dan sorak sorai penonton selalu menjadi penutup di setiap lagu yang dimainkan, termasuk saya tentunya. Ada lagu yang menarik bagi saya dari semua lagu dimainkan di acara konser kemarin. Lagu”Rasa Sayange”, tentu kita masih ingat betul akan klaim negara tetangga yang mengaku-ngaku kalo lagu ini merupakan lagu milik negeri seberang.

Ah, bangga rasanya mendengar lagu ini masuk dalam album The Sounds of Indonesia. Seakan ini merupakan tamparan dan pembuktian lagu ini adalah lagu Indonesia. Pembuktian dan karya seperti inilah yang harus lebuh kita kedepankan ketimbang demo-demo tak berguna di jalan.

Kita semua baru terbakar jenggot jikalau ada pihak lain yang meng klaim. Padahal selama ini lagu-lagu daerah kurang di apresiasi oleh warganya sendiri.

konser6

Dari semua pemain orkestra, saya paling suka adalah pemain yang membawa biola. Tanpa mengindahkan pemain alat musik lain, bagi saya biola itu sangat romantis, apalagi jika ada seorang wanita mampu memainkan biola, bagi saya ia sangat seksi 🙂

Di sini lagu daerah benar-benar naik ke kelas tertinggi. Menjadi musik yang mewah dan megah. Konser yang sempat diragukan penjualan tiketnya, akan tetapi hari itu full house. Ini menjadi bukti masih banyak masyarakat indonesia yang cinta dengan lagu daerah. Lagu daerah yang digarap serius oleh salah satu anak bangsa sendiri.

Apalagi lagu-lagu daerah yang kini hampir jarang kita dengar di tempat publik karena gempuran musik pop dan musik asing. Di malam itu, lagu-lagu daerah sukses menjadi tuan rumah di negerinya sendiri, Indonesia.

Dirgahayu Indonesiaku yang ke 70 tahun. Semoga engkau selalu Jaya !!! Merdeka !!!

Konser Twilite Orchestra – Simfoni Bhineka Tunggal Ika (1)


Konser Twilite OrchestraHingga malam ini, jujur saya saya masih terbayang-bayang konser kemarin. Ya, Konser Simfoni Bhineka Tunggal Ika by Twilite Orchestra yang dipimpin oleh konduktor kondang Addie MS. Keindahan gesekan dari biolanya, harpa, terompet, bass dan alat musik lainnya masih sangat kuat di ingatan ini.

Bagi kalian pecinta musik klasik atau musik orchestra pasti sangat mengenal dengan album “The Sounds of Indonesia”. Kalau kamu pernah naik garuda dan memperhatikan musik yang dimainkan di dalam pesawatnya seharusnya mengenal dengan album ini.

Ya, album “The Sounds of Indonesia” ini merupakan album yang berisikan lagu – lagu daerah yang di remake tanpa mengubah komposisi utama lagunya pastinya dengan balutan kemegahan dan keindahan orchestra. Tak lain dari tangan dingin sang Konduktor Addie MS beserta Twilite Orchestra yang sukses membuat lagu-lagu daerah yang trekadang dipandang sebelah mata menjadi musik yang sangat berkelas.

Untuk pengguna iphone, bisa langsung beli di itunes ya, atau bisa juga di toko CD/DVD terdekat. Oh ya, album “The Sounds of Indonesia” ini merupakan album pertama yang saya beli di itunes loh haha *nggak penting*.

konser5

Semuanya berawal lagi dari twitter nya Addie MS yang ikut mempublikasikan konsernya ini lewat akun twitternya. Bak gayung bersambut saya langsung ikutan promo-in acara di semua social media yang saya punya. Ajakan melalui group whatsapp juga sudah saya lakukan, tapi apa daya emang pada nggak punya jiwa seni klasik yak hahha.

Finally, ada teman kantor yang alumni Choir di kampus ternyata interest dengan konser ini, yeay ada teman nonton. At the end, kami ada berenam untuk nonton konser ini. Untuk harga tiket menurut saya masih wajar, dan ini jauh lebih worth it daripada nonton konser penyanyi luar negeri yang bejuta-juta hehe.

Jujur ini merupakan pengalaman pertama saya nonton orchestra. Apalagi sekarang yang saya tonton Twilite Orchestra yang di Conduct oleh Om Addie MS. So lucky me !!!. Loh udah panjang ternyata belum masuk ke review konsernya nih, oke saya lanjut di part dua ya 🙂

Goei Siauw Hong

Pertama kali mendengar namanya mungkin bagi sebagian orang termasuk saya masih terasa asing di telinga. Akan tetapi di dunia pasar modal dan perekonomian indonesia, nama beliau sudah cetar membahana.

Hari ini saya mempunyai kesempatan bertemu dengan beliau dalam training untuk persiapan ujian Risk Management Level 1.

Kali ini saya tidak akan membahas tentang materi trainingnya. Kisah selipan cerita pengalaman beliaulah yang membuat saya terkesima dan kagum. Ah, selalu suka membaca atau mendengar kisah zero to hero. Pak Hong inilah salah satunya.

Oh ya, training ini berdurasi hampir 8 jam, yang tentu membuat peserta training merasa kantuk dengan materi-materi perbankan Indonesia.

Tapi Pak Hong cerdas menyelipkan kisahnya dan kesuksesannya dengan cara yang apik dan masih terlihat humble :).

Berikut beberapa kebiasaan dan fakta dari Pak Hong yang masih saya ingat selama training tadi. Dan semoga bisa kita tiru, dan berharap kesuksesannya bisa juga menular ke kita.

  1. Pak Hong merupakan lulusan IPB
  2. Kini bergelar MBA dari Indiana University
  3. Memiliki kebiasaan menabung sejak gaji pertama ketika muda
  4. Kerja keras dan rajin belajar, beliau cerita untuk menghadapi ujian CFA di bulan juli, beliau sudah mulai belajar sejak bulan Oktober di tahun sebelumnya. Amazing kan !
  5. Memiliki puluhan investasi properti, punya pasive income hingga mencapai ratusan jutaan perbulannya dari properti. Yak, perbulan ya hehe. Itu belum gaji dari komisaris independen Bank Mandiri, belum sebagai trainer bagi bank-bank lokal dan bank asing yang ada di Indonesia
  6. Beli properti selalu cash !!!
  7. Always do the best di setiap pekerjaan.

Hmm, keren dah Pak Hong ini, membuat saya makin bersemangat ikut training dan juga makin semangat dalam bekerja. Keep spirit !!!

Join Gold Gym

golds-gym-indonesia-logo_1Yeay, akhirnya saya gabung di Gold Gym. Sudah lama sebenarnya keinginan untuk join di salah satu pusat kebugaran. Banyak memang pilihan yang ada di sekitar kosan saya. Selain Gold Gym di Thamrin City, ada Fitness First di Grand Indonesia dan Celebrity Fitness di Plaza Indonesia.

Hal yang bikin ngganjel adalah saya kebanyakan mikir dan masih sayang duitnya harus keluar ratusan ribu cuma buat fitness beginian. Ah mungkin orang-orang yang join di fitness club itu lebih banyak untuk gaya gaya saja haha, pikir saya waktu itu. Tapi eh tapi setelah lebaran ini, badan terasa makin berat, yang paing terasa adalah nafas makin pendek.

Salah satu parameter nafas ini makin pendek yaitu ketika jadi imam sholat. Al fatihah saja nafas saya sudah terengah-engah hehe, nggak enak deh. Tentu selain itu celana kantor makin menyempit karena lingkar pinggang yang makin membesar.

Sebenarnya hal yang paling membuat saya makin bulat untuk gabung di fitness club kali ini adalah wajah saya yang tak lagi fotogenic , tembem hiks hiks. Jelek dah :D. Sempat ada momen saya nggak mau di foto karena pasti jelek bin tembem. Tak sedap lah tuk dipandang haha *lebay.com*

Sebelum saya memutuskan join di Gold Gym, saya sudah survey kecil-kecilan dahulu. Saya compare harga dan fasilitas dengan fitness club yang ada disekitar. Inilah beberapa alasan saya hingga akhirnya join di Gold Gym (GG) Thamrin City bukan di Fitness First (FF) atau di Celebrity Fitness (Celfit).

  1. Harga di GG menurut saya paling terjangkau dibanding FF dan celfit
  2. “Penduduk” yang nge gym dan disekitarnya GG saya merasa lebih FF dan Celfit berada di dalam Mall. Thamcit kan mall ? tapi isinya kan ibu ibu  hehe, lebih nyaman aja deh pokoknya. Entah kenapa saya nggak pede kalo jalan-jalan di mall GI dan PI Hahaha kesannya mereka itu high class yang tiada tara haha. Kalo ini masalah selera sih.
  3. Lokasi, actually ketiga tempat tadi dekat semua. Malah bisa di bilang tinggal ngesot dari kosan. Tapi saya mikirnya gini, kalo Celfit dan FF kan ada di dalam mall. Jadi kayaknya kurang kece klo mau nge gym penampilan awut2an haha. Kalo mau ke GG biasanya saya pagi sebelum ngantor, tentu dengan penampilan seadanya dan belum mandi, saya merasa lebih nyaman aja sih hehe *lagi-lagi subjektif*
  4. Fasilitas, kayaknya nggak jauh beda lah, mungkin kalo yang di FF ada swimming pool. Tapi dengan harga yang saya keluarin hmmm. Nggak deh.

goldsgym-thamrin-city-entranceOverall itu sih, kenapa akhirnya saya join di Gold Gym. Hari ini tepat seminggu saya menjadi member. Badan masih sakit pegel-pegel. Karena saya nubie, yang nggak ngerti pake treadmill apalagi alat-alat fitnes itu. Ora mudeng babar blas. Daripada salah urat dan malu-malu in pas nge gym. Saya memutuskan untuk memakai jasa Personal Trainer.

Harganya nggak murah sebenarnya *liat dompet*. Tapi untuk badan sehat, gak apa lah. Konsekuensinya uang hangout, makan, nonton, jalan-jalan sepertinya harus dikurangi. Bahkan ada plan yang harus saya cancel, uanya saya konversi untuk memakai jasa personal trainer ini huaaa huaaa. Tapi seminggu ini nggak rugilah, karena PT nya enak dan sabar sama saya yang seumur umur nggak pernah push up hahah *lebay*. Yah, semoga abis make si PT ini saya dah ngerti dan lancar pakai alat-alatnya dan bisa nge gym mandiri 🙂

Sekarang tinggal komitmen untuk tetep rajin latihan, meski badan sakit harus atur pola makan *bye bye nasi uduk lontong sayur dan gorengan* 😦 . Semoga badan menjadi lebih sehat dan bisa lebih atletis Aamiin 😀

Kebun Teh Kemuning

teh2 Udah telat sebenarnya mau posting tentang cerita mudik kemaren hehe. Tapi tak apalah daripada hilang ditelan waktu, mumpung memori mengenai mudik kuat di ingatan.

Seperti tahun sebelumnya saya udah di rumah, dua minggu sebelum lebaran. Alasannya sih, karena selain pengen lebih fokus ibadah di Ramadhan, pengen ada yang nyiapin makanan ketika sahur dan buka puasa hehe.

Mudik kali ini, tepatnya sehabis lebaran saya mempunyai kesempatan untuk jalan-jalan ke kebun teh yang ternyata tidak begitu jauh dari rumah (sekitar 30-45 menit). Nama daerahnya Kebun Teh Kemuning, secara geografis sudah masuk kabupaten Karang Anyar.Sudah sejak lama memang saya tau ada tempat keren di sekitar Sragen. Tapi memang baru kali ini saya bisa maen kesana.

Pas banget ketika suhu di Sragen sedang panas, kita maen ke kebun teh yang berhawa sejuk. I love winter hahaha. Sayang di Indonesia nggak ada winter yak 🙂

Daripada pantai yang becuaca terik, saya prefer ke daerah yang bersuhu sejuk dan dingin. Tapi sesekali ke pantai okelah hehe. Akses ke kebun teh ini cukup baik, jalan sudah hotmix sehingga memudahkan para pengunjung yang ingin menikmati keindahan panorama atau hanya ingin merasakan sejuknya udara di sekitar Kebun Teh.

Tentu, dengan panorama yang indah ini, tak bisa menahan saya untuk terus terusan berfoto foto ria hehe.

teh3

Di sekitar kebun teh ada spot yang memang dikhususkan untuk para pedagang yang menjual aneka mie dan minuman dengan konsep rumah lesehan yang terbuat bambu. Jikalau sudah disini, betah rasanya untuk belama-lama. Semoga di mudik selanjutnya saya ada kesempatan untuk kembali datang kesini

Ramahnya Garut

garut7Setiap ada longweekend saya terkadang merasa sedih, hehe. Sedih, karena seringnya gak ada agenda. Kalau mau mudik ke Sragen, longweekend sehari itu nanggung kecuali mau extend cuti. Dan juga belum ada sebulan baru pulang dari rumah. Sepertinya longweekend kemarin sepertinya bakal di kosan aja nonton streaming film atau west series yang belum ditonton.

Tetiba, seorang teman semasjid di kosan mengundang saya untuk silaturahim ke rumah neneknya yang ada di Garut. Seperti gayung bersambut hehe, sayapun pergi ke Garut bersama teman, panggil saja dia Anjar :). Awalnya ragu sih, takut ngerecokin liburan keluarga orang haha, tapi Bismillah berangkat.

Tempat yang kami kunjungi tepatnya di daerah Limbangan Garut. Menurut saya daerahnya masih asri, jalan utamanya dikelilingi oleh bukit hijau, gunung dan hamparan sawah. Suhunya memang tidak sedingin Bandung, tapi cukup ademlah bagi orang yang bisa di Jakarta.

Setiba kami disana, kami sudah disiapkan makan siang yang yummy lah *Alhamdulillah rejeki anak ganteng*. Di meja makan saya mencoba untuk mengenal dan ikut lebih dalam ke keluarga teman saya ini termasuk dengan kakaknya :). Tenang, misi silaturahim kali ini memang tak hanya liburan ada agenda terselubung. Hehe.

garut6

Setelah ngobrol perkenalan kesana kesini di meja makan, saya dan keluarganya mulai mencair. Saya juga nggak kikuk lagi hehe. Habis makan saya dan keluarganya mancing. Kebetulan rumah neneknya mempunyai kolam yang cukup besar dan dipercantik ada gazebo di tengah kolam. Miriplah kaya di resto-resto sunda :). Keseruan ditambah ada keponakan teman yang masih kecil2 kasep2 lucu lucu semua. Kejahilan satu sama lain membuat suasan memancing menjadi tambah seru.

Malemnya kami bakar-bakar ikan yang berhasil kami pancing tadi siang ditambah jagung yang memang sudah dipersiapkan sama si keluarganya Anjar. Keriweuhan nyiapin bakar-bakaran membuat suasana tambah menyenangkan. Indeed, keluarga ini memang sangat seru dan ramahnya luar biasa.

garut

Hari kedua saya di Garut, kami jalan-jalan ke salah satu Situ yang cukup terkenal di Garut yaitu Situ Bagendit. Situ yang menurut saya sangat disayangkan yang kurang terawat, padahal mempunyai potensi yang jauh lebih baik dari yang ada sekarang. Ah sudahlah, malas saya di postingan kali ini mau ngebahasnya hehe. Kali ini mau fokus dengan people nya saja :). Foto-foto, makan-makan, ngobrol sana-sini, cerita jaman kuliah, cerita ketika cinta monyet, hahha. Lucu deh.

Overall, saya senang liburan singkat di Garut, terima kasih Anjar, Teh Hanum, hafni , Ibu, Nenek dan Yudhi atas hospitalitynya. Bageur-bageur orangnya, dan keramahannya benar-benar membuat saya sangat amat terkesan. Mohon maaf kalau saya sudah merepotkan :). Semoga nanti saya diberi kesempatan untuk kembali bertemu, dan semoga saya juga bisa membalas atas keramah tamahannya #MaenKeGarut

Serayu – Dieng Trip

SerayuDieng, memang menjadi salah satu tempat yang pengen banget di kunjungi di tahun ini. Sebenarnya keinginan itu telah ada sejak tahun lalu, tetapi apa mau dikata ga ada teman jalan jadi salah penyebab utama keinginan ini belum terwujud. Hingga akhirnya berawal dari sebuah postingan instagram. Sebuah akun EO travelling mengadakan Open trip ke Sikunir Dieng plus Rafting di Serayu.

Galau abis kalau ada trip ke Dieng, ngajak beberapa teman kantor, temen kosan sampe temen kuliah. Semuanya pada gak bisa, tapi apa daya tiap malem selalu terbayang foto-foto di Dieng hahaha. Finally, Bismillah i decide to join this open trip alone. Yup, this is my very first experience join open trip alone. Gak ada yang kenal, gak tau kelakuan orang yang ikut kaya apa aja #Lebay, Bismillah jalan.

Acaranya sebenernya last weekend, tapi baru sempet buat postingannya sekarang. Di Open trip ini total yang join ada 18 dan didominasi kaum hawa hahaha. Kaum adamnya hanya tiga orang. Saya pun sempat bertanya ke adminnya, kenapa bisa banyakan cewek gini yak, hehe. Kebetulan, trip kali ini ada segerombolan  hawa yang ikut, se geng nongkrong katanya. Hehe.

Kami berangkat dari Plaza Semanggi menuju Dieng. And do you know entah sudah berapa tahun lalu ya, saya nggak pernah melakukan perjalanan jauh pakai kendaraan darat. Paling banter juga Bandung bawa mobil. Nah ini Jakarta-Dieng, Jawa Tengah cuy, bawa mobil. Fiuhhh panas-panas dah ini bokong haha.

Dan benar, di sepanjang perjalanan saya nggak bisa tidur, sesekali tidur lalu bangun, tapi banyak bangunnya. Ditambah sopirnya agak giling nih, nyopirnya dah kaya dikejar FBI, ngebut banting kanan, banting kiri. Udah nggak bisa tidur ditambah sambil banyak doa semoga selamat sampai di tempat

Singkat cerita, sampailah kita ke tujuan pertama, Rafting di Serayu Banjarnegara by Serayu Adventure Indonesia. First impression liat Serayu River, sungainya gede, arusnya lumayan deras dan juga kebetulan malamnya habis hujan di Serayu. Tambah deras arusnya tambah seru nih raftingnya. Hampir 2,5 jam kami rafting di derasnya sungai yang menajdi salah satu urat nadi warga Banjarnegara dan Dieng. Puas banget sama tim SAI ini, all crew nya ramah dan sangat profesional. Semoga one day bisa kesini lagi.

Acara rafting menjadi kegiatan pertama di open trip memnag cerdas banget membuat kita saling kenal satu sama lain. Awalnyayang kaku setelah rafting kita jadi lebih cair, ngobrol satu sama lain mengenai kegiatan sehari-hari dan lainnya. Mungkin yang awalnya masih malu-malu untuk selfie selfie. Sekarang malah wefie hahaha. Dan ketauan siapa aja yang memang narsis. hahaha dan sepertinya termasuk saya 🙂

Telfon dari Pak Ustadz

Human brain and colorful question markTadi sore ketika sedang mengantri tiket nonton film di Blitz GI, tiba-tiba telfon ini berdering.Gak ada yang aneh sih, tapi ini yang nelfon adalah Pak Ustadz saya yang dulu pernah ngaji di daerah Jelambar dua tahun lalu. Kaget sih, waduh ada apa yah.

Maklum jarang-jarang dapat telfon dari seorang ustadz, seringnya mah yang nelfon telemarketing yang nawarin kartu kredit atau promo-promo geje wakakkak.

Setelah keluar dari antrian tiket, saya cari posisi enak untuk angkat telfon dari Ustadz. kan gak enak kalau nanti ditanya, lagi dimana Fer, berisik banget hehe *padahalmaha emang lagi di tempat rame :p. Percakapan diawali untuk tanya kabar masing-masing kemudian tanpa basa basi Pak Ustadz langsung tanya

“Fer, gimana sudah menikah?”

Belum Ustadz *sambil cengengesan dikit *

“Tapi sudah ada calon belum…?

“&*%$##$@…”

Oke, postingannya sampai sini aja, soalnya kebanyakan rada-rada curhat sama Pak Ustadz hehe. Isinya juga tak layak untuk dipublikasikan hehe. Intinya Pak Ustadz ingin membantu saya dalam menemukan jodoh. Beliau memiliki kenalan yang siap untuk menikah. Dan entah kenapa Pak Ustadz jadi inget sama saya hahaha *akibat ada sesi curhat sama Ustadz nih* 🙂

Dan sekarang nggak bisa tidur, masih teringat pembicaraan telfon tadi …

Pic from here

Happy Birthday Ferry !

Happy BirthdayUsia semakin bertambah yang berarti sisa usia semakin berkurang. Belum banyak yang sudah diperbuat, belum apa-apa yang telah di berikan kepada orang tua, keluarga dan orang-orang yang ada di sekitar.

Yaa Rabb berikanlah hamba kesempatan untuk memberikan sedikit kebahagiaan untuk orang-orang yang ada di sekitar saya, beri hamba waktu untuk melihat Mama dan keluarga tersenyum.

Lapangkanlah dada kami, dengan karunia iman dan indahnya tawakal padaMu. Hidupkan dengan ma’rifatMu dan Matikan kami dalam syahid di jalan Mu (Do’a Rabithah)

Yaa Rabb kumpulkan kami di Jannah-Mu kelak. Aaminn, Aamiin Yaa Rabbal Alamin.

Pic from here

My beloved Mom’s Birthday

Momferry

“Hallo Ma, Assalamulaiakum,

“Halloo, Wa’alaikumsalam”

“Selamat ulang tahun Mama. Semoga sehat terus, panjang umurnya, makin sabar ya ma dengan semuanya. Maaf ma, kalau Ferry belum bisa ngasih apa-apa ke mama, Ferry belum bisa pulang bulan ini”

“Terima kasih sayang, nggak apa-apa, mama dah seneng dan bersyukur dengan apa yang ada sekarang, terima kasih ya sayang.”

Tadi sepotong percakapan telfon antara saya dan mama tadi pagi sebelum berangkat ke kantor, ah kangen pengen pulang hiks hiks. Selamat ulang tahun mama, sehat terus ya ma 🙂

My Prewedding :)

Berawal dari nonton teaser pre-wedding teman kuliah di youtube, eh nyambung liat-liat prewedding orang-orang, termasuk wedding clipnya Raffi Ahmad-Nagita Slavina. Dari beberapa yang saya tonton, entah kenapa clipnya Raffi-Nagita yang paling keren hahaha. Setiap fotonya keren abis hahaha. Ya iyalah mungkin budget mereka untuk ini aja lumayanlah ya hehehe.

Lagu “Kamulah Takdirku” juga enak banget dan menyentuh, ditambah suara Nagita yang emang udah bagus. Oh romantis ya mereka, sweet banget hehe.

Ini kenapa jadi bahas klipnya Raffi-Nagita yah hehe. Tapi jujur loh pas nonton klip2nya di youtube, meski bukan official dari mereka tetapi mungkin dari fans yang sengaja buat klip dengan backsound lagunya “Kamulah Takdirku” bikin merinding. Beneran ini nggak lebay, ga tau apa emang di luar lagi hujan dan dinginnya AC di kamar jadi menambah tingkat  ke-mellow-an saya di malam ini hehehe.

Ngomong-ngomong tentang prewedding, saya paling suka nyimpen klip2 teman2 yang udah nikah duluan dan juga beberapa klip di youtube yang menurut saya bagus dan keren. Buat apa ? yah kali aja nanti berguna hehe.

Sampai sekarang, saya juga belum tahu apakah nanti saya ada kegiatan prewedding atau nggak, meski di Islam tidak mengenal adanya prewedding. Bahkan banyak yang tidak menganjurkan. Awalnya saya juga males ada kegiatan prewedding ginian, disamping emang belum sah dan memang belum muhrim kan hehe. Eh tapi tapi setelah dipikir-pikir yang dilarang kan isi dari prewedding itu sendiri yang menyalahi aturan, seperti pelukan, gendong2an atau ada cium segala hehe.Nggak deh kalo begini.

Pada dasarnya saya suka difoto hahaha, kok sayang yah, kalau nggak ada sesi prewedding ini. Tinggal dimodifikasi aja gaya-nya, saya rasa nggak kalah keren juga kok, tanpa ada sentuhan, pelukan apalagi ciuman hehe.

Nantikan foto-foto dan klip prewedding saya yah, *calonnya mana calonnya hahaha*

pic from here