1. PEMBAHASAN
Glodokshop.com merupakan situs yang dimiliki oleh sebuah perusahaan elektronik di Glodok. Media informasi diharapkan dapat menjadi media promosi dan media transaksi elektronik yang dilakukan perusahaan ini dengan pelanggannya. Maka dari itu mengingat pentingnya sebuah website ini sebagai perantara transaksi perdagangan dan media informasi yang baik antara perusahaan dan konsumen, kualitas antarmuka yang baik seharusnya sudah sepatutnya menjadi perhatian khusus bagi pihak pengembang apalagi situs ini merupakan situs e-commerce.
Berdasarkan nama situsnya kita sudah dapat memperkirakan bahwa situs ini akan berisi informasi mengenai seluk beluk perusahaan, baik produk yang ditawarkan hingga fasilitas yang diberikan oleh perusahaan kepada konsumen yang di glodok, sehingga dari segi nama situs sudah baik untuk memberikan gambaran umum kepada pengguna mengenai isi dari situs glodokshop.com.
Setelah menjelajahi situs glodokshop.com terdapat banyak fasilitas yang diberikan kepada pengguna dan secara garis besar terdapat beberapa menu sebagai berikut, yaitu
Ø Home
Halaman ini berisi halam untama yang merupakan tampilan pertama yang dilihat oleh pengguna ketika pengguna membuka situs glodokshop.com. Halaman inilah yang akan menjadi pintu gerbang dari situs ini.
Ø Cara bertransaksi
Halaman ini akan memberikan pengguna mengenai informasi lengkap mengenai cara bertransaksi hingga pertanyaan yang sering diajuakan oleh konsumen ketika bertransaksi di situs glodokshop.com
Ø Kontak
Ø Jelajah direktori
Fasilitas ini diberikan oleh perusahaan untuk memudahkan informasi produk berdasarkan kategori barang yang ditawarkan.
Situs ini juga mempunyai beberapa fasilitas yang diberikan kepada pengguna, diantaranya fasilitas e-commerce dimana pengguna dapat melakukan transaksi secara online, fasilitas member untuk mendapatkan diskon dalam pembelian produk di glodokshop.com, customer service yang siap melayani konsumen, serta fasilitas direct english untuk memfasilitasi konsumen yang tidak mampu berbahasa Indonesia.
Pada web ini menunjukkan adanya duplikasi navigasi sebanyak 3 navigasi untuk mengakses halaman yang sama, yaitu navigasi search, navigasi graphical link, dan navigasi menu link (terlihat pada halaman produk). Mungkin pihak pengembang melakukan duplikasi navigasi ini untuk memudahkan pengguna dalam mencari informasi produk, akan tetapi ternyata dengan semakin banyak navigasi dalam sebuah website dapat menyebabkan bingungnya sebuah pengguna serta menjadi kebingungan navigasi mana yang telah digunakan. Untuk mengatasi hal ini navigasi sebaiknya cukup dibuat dua navigasi, yaitu menu link dan dan pada navigasi search.
2.3 Breadcrumb dan peta situs
Breadcrumb digunakan untuk menginformasikan kepada pengguna mengenai posisi mereka saat ini. Dengan menggunakan breadcrumb, pengguna juga dapat menelusuri path yang telah dilaluinya sehingga pengguna dengan mudah dapat kembali ke halaman sebelumnya. Pada glodokshop.com pihak pengembang tidak menyediakan fasilitas breadcrumb, padahal situs ini terdapat halaman yang memiliki panjang path lebih dari 2 sehingga keberadaan breadcrumb sebenarnya dibutuhkan. Hal ini diperlukan untuk mengetahui keberadaan posisi saat ini.
Akan tetapi pihak pengembang telah mengatasi permasalahan ini dengan memberikan peta situs dan memberikan keterangan dimana posisi kita saat ini. Meskipun demikian jika pengguna berada pada path yang dalam di situs ini kita akan kesulitan untuk mengingat-ingat jalur path mana yang telah pengguna lalui ketika memasuki suatu halaman tertentu. Peta situs dalam situs ini tidak mencakup keseluruhan halaman. Terdapat halaman yang ternyata peta situsnya kosong. Sehingga kotak situs peta ini menjadi tidak berguna karena tidak memberikan informasi apapun terhadap pengguna seharusnya jika memang tidak menampilkan peta situs lebih baik dihilangkan saja kotak peta situsnya sehingga tidak membuat kesan negatif dan tidak profesionalnya situs ini.
2.4 Searching
Searching merupakan salah satu fitur penting pada sebuah website. Fitur searching akan memudahkan pengguna untuk menemukan informasi tertentu yang ada di web dengan mudah dan cepat. Fasilitas ini biasanya digunakan oleh pengguna untuk melakukan pencarian suatu informasi yang belum jelas keberadaanya, sehingga pengguna dapat dengan mudah mencari informasi yang diinginkannya dengan hanya memasukkan keyword tertentu.
Pada situs ini terdapat beberapa kesalahaan, yaitu posisi search yang tidak berada di kanan atas pada lay out website. Akan tetapi pada glodokshop.com posisi searching berada di kanan bawah pada halaman website, selain itu searching ternyata muncul kembali di tengah-tengah content ketika pengguna mengklik pada sebuah produk.
Posisinya yang berada di bawah akan menyebabkan kesulitan pengguna untuk mendapatkan fasilitas search, apalagi scrooling yang panjang untuk menemukan searching ini menjadi penambah kesulitan pengguna untuk mendapatkan hal yang diinginkan. Hal ini jelas salah dan menyalahi aturan konvensi.
Pada direktori merek pengguna akan merasa dikejutkan ketika pengguna memilih salah satu merek dari list tersebut halaman website akan langsung refresh dan menuju halaman merek yang kita pilih tadi, padahal pengguna tidak melakukan enter pada keyboard dan pihak pengembangpun tidak memberikan button OK di sebelahnya.
2.5.1 Font dan warna
Prinsip utama dalam menentukan font dan warna dalam satu halaman web adalah berupaya untuk membatasi font-style dan warna yang digunakan. Font-style sebaiknya digunakan secara menyatu dan efektif serta mampu menggambarkan hirarki yang ada pada halaman web. Pembedaan font dan attribut font biasanya dapat membantu pengguna untuk membedakan tingkat kepentingan sebuah heading dan informasi. Jumlah typefaces maksimal dalam satu halaman web yang dianjurkan adalah tiga typeface. Sejalan dengan penggunaan font, penggunaan warna juga sebaiknya tidak terlalu beraneka ragam dalam satu halaman web. Jumlah jenis warna maksimal dalam satu halaman web yang dianjurkan adalah empat warna.
Pada situs glodokshop.com dapat dilihat pada halamaan utama (home page) dari segi font yang ada dalam satu halaman website dapat dikatakan sangat buruk. Dalam satu halaman terdapat lebih dari 4 jenis font, sehingga mengakibatkan terkesan kurang rapi dan dapat membuat bingung pengguna ketika melihat halaman website. Pada segi pewarnaan, situs ini mempunyai hasil yang buruk dimana dalam satu halaman website terdapat lebih dari 5 warna yang juga banyak terdapat warna-warna primer yang terdapat dalam satu halaman sehingga kesan yang ditimbulkan dengan adanya hal ini adalah tidak nyamannya mata ketika melihat halaman website dan juga terkesan tidak rapi. Font pada menu utama seperti pada gambar 4 sudah dapat kita nilai secara jelas bahwa situs ini tidak mempertimbangkan jenis serta konsistensi huruf yang digunakan pada halaman website.
Dominasi merah pada halaman website juga mengganggu pengguna yaitu ketika pembaca membaca halaman yang didominasi warna merah, biasanya akan membuat mata perih. Alih-alih membaca konten web sampai tuntas, pengguna malah akan memilih meninggalkan web. Pengguna akan berpikiran bahwa jika halaman indexnya saja sudah tidak nyaman, apalagi halaman-halaman lainnya, tentu dengan tindakan demikian akan merugikan pihak perusahaan.
Konsistensi akan font dan warnapun juga tidak diperhatikan oleh pihak pengembang terlihat dari beberapa halaman yang ada di glodokshop.com mempunyai font, layout dan warna yang berbeda-beda. Hal ini tentu berdampak dengan semakin menurunnya usability dari pengguna terhadap situs ini apalagi dengan penggunaan Uppercase dan Lowercase pada huruf yang membingungkan pengguna.
Hal ini sebenarnya dapat dihindari dengan adanya penyeragaman warna dasar yang smooth misalnya putih dan jenis font yang dipilih untuk halaman website sehingga lebih rapi dan dapat meningkatkan kenyamanan pengguna dalam menggunakan website ini.
2.5.2 Penggunaan Lay Out dan white space
Penggunaan Lay Out di Glodokshop.com termasuk maksimum dimana hampir semua space yang ada tidak ada yang kosong, akan tetapi dengan penuhnya space yang ada justru membuat pengguna terkesan lelah melihat halaman website yang penuh dengan content, apalagi content yang diberikan glodokshop.com ini didominasi dengan iklan yang full color sehingga antara informasi yang ditawarkan dengan iklan yang ada menjadi sulit untuk fokus sehingga scanability mata pengguna menjadi sulit untuk fokus pada suatu spot tertentu.
White space adalah bagian halaman web yang tidak memiliki teks atau ilustrasi apapun. White space sangat penting dalam perancangan halaman web karena memudahkan pengguna untuk memproses informasi dengan baik. Sebuah web yang memiliki sedikit white space akan menyulitkan pengguna untuk mengidentifikasi informasi yang penting.
Sebaliknya, penggunaan white space yang terlalu banyak juga kurang bagus karena halaman web akan terkesan kosong. Pengembang web harus menyeimbangkan proporsi white space dengan konten yang ada, artinya white space jangan terlalu sedikit tetapi juga tidak terlalu banyak sehingga pengelompokan informasi dapat dilakukan dengan baik. Pada situs ini (gambar 1) penggunaan white space sangat minim sehingga menyulitkan penguna untuk mendapatkan informasi yang diinginkan
Space untuk menu yang terlalu besar seperti pada menu menu utama di bagian atas halaman utama juga membuat space untuk informasi menjadi kecil sehingga scrolling tak dapat dihindarkan. Padahal peggunaan space untuk menu tak perlu sebesar itu yang memenuhi lebih dari 1/3 halaman website, sehingga space untuk informasi dapat lebih besar dan penggunaan scrolling dapat diminimalisir.
Konsistensi dalam membangun sebuah website sanagat diperlukan, hal ini untuk menghindari bingungnya pengguna ketika mengakses halaman websie tertentu. Misalnya pada kasus gambar disamping konsistensi istilah terjadi pada nama menu di bagian kanan dan judul yang diberikan ketika pengguna meng-klik menu tersebut. Adanya perbedaan nama di menu yaitu Home Appliance sedangkan pada judul yang ditampilkan Perlengkapan Rumah. Dengan adanya hal ini jelas akan membingungkan pengguna, jika pengembang ingin memakai bahasa asing, tentunya judul yang ditampilkan setelah kita mengklik menu tersebut seharusnya akan menampilkan nama yang sama.
Pemakaian login form seperti gambar disamping kan membuat interpretasi yang berbeda oleh pengguna, selain login form yang tidak lazim, login form seperti ini akan membuat pengguna mengira-ngira apakah bisa titik-titik di login form-nya bisa di klik atau tidak. maka dari itu sebaiknya login form di website mengikuti ketentuan yang telah banyak digunakan banyak website sehingga pengguna tidak akan bertanya-tanya mengenai login form, yaitu dengan memberikan text box pada sebelah email dan password. Kemudian jika dianalisa dari segi alignment, pada login form diatas tidak menerapkan right alignment sehingga terkesan tidak rapi. sebaiknya email dan password menggunakan right alignment sehingga tampilan login form akan terlihat lebih rapi.
Jika pengguna melihat tekstual link yang terdapat pada bagian header situs mungkin terlihat seperti promo biasa yang ditawarkan oleh pemilik perusahaan kepada pengguna akan fasilitas yang diberikan perusahaan kepada konsumen jika melakukan transaksi dengan website ini. Akan tetapi ternyata daerah tersebut mempunyai link ke suatu window yang berisi suatu informasi. Tidak terlihatnya suatu teks yang mempunyai link disebabkan buruknya bentuk link yang ditampilkan oleh sebuah website.
Pada dasarnya sebuah gambar dapat dijadikan sebuah link. Akan tetapi seharusnya secara default sebuah gambar yang akan dijadikan sebuah link mempunyai border biru yang berada di sekeliling gambar tersebut, atau dengan memberikan keterangan disekitarnya sudah berapa kali gambar tersebut di klik. Pada salah satu halaman di glodokshop.com mempunyai permasalahan diatas apalagi situs ini mempunyai banyak gambar yang merupakan visualisasi dari produk yang ditawarkan. Kesalahan ini mungkin dapat terbantu dengan link info lanjut yang ada di bawah gambar, yang ternyata mengakses ke halaman yang sama. Tetapi jika ternyata untuk mendapatkan suatu informasi hanya dari link gambar saja yang bisa mengaksesnya akibatnya sangat serius jika ternyata pengguna tak pernah tahu jika gambar tersebut mempunyai link. Penggunapun tidak akan memperoleh informasi yang diinginkan, bahkan tak mungkin pengguna akan langsung pergi meninggalkan situs ini karena tidak mendapatkan informasi yang pengguna inginkan.
Proporsi suatu web dalam menggunakan button tergolong kecil karena penggunaannya biasanya untuk button search atau form-submit button. Button yang ditampilkan pada bagian form produk belum ditemukan terdapat button yang akan mengakses halaman formulir untuk memberikan feedback kepada pengembang untuk memberikan sarannya. Akan tetapi penggunaan button disini terlihat kurang cocok, karena jika untuk menampilkan sebuah form feedback lebih tepat menggunakan tekstual link biasa daripada button.
Pada gambar disamping, terlihat beberapa menu link, yang seharusnya jika kita klik salah satu menu tersebut akan nge-link ke suatu halaman tertentu. Permasalahan yang terjadi disini adalah daerah klik menu link yang diberikan situs ini tergolong luas akan tetapi menu link tersebut hanya akan merespon daerah mouse-klik yang kecil, yaitu hanya pada teks label pada menu link tersebut. Sehingga jika kita melakukan klik pada daerah lainnya selain daerah teks label akan diabaikan atau tidak akan memberikan pengaruh apa-apa.
Hal ini akan menyebabkan bingungnya pengguna ketika ternyata pertama kali meng-klik daerah bukan teks label yang tidak memberikan respon terhadap pengguna. Hal ini seharusnya dapat diantisipasi dengan memberikan daerah yang merespon klik satu sel yang terdapat pada menu link.
Kita banyak menjumpai situs-situs profesional akan tetapi terkesan dikelola sebagai situs amatiran. Hal ini dapat dilihat dengan adanya sebuah frase klik disini pada sebuah website jika untuk memperoleh suatu informasi tambahan. Serta dalam penggunaan tekstual link ini banyak ditemukan penggunaaan kata atau frase yang tidak penting. Kondisi tersebut ternyata juga dialami oleh glodokshop.com seperti pada gambar diatas yang sebenarnya dapat diefisienkan dalam penggunaan kata yang akan dijadikan link, dalam kasus diatas ini dapat disingkat dengan “daftar update terbaru” saja, tanpa harus menggunakan “secara lengkap bisa dilihat disini” sehingga penggunaan kata dapat lebih efisien.
Dengan adanya beberapa menu yang tidak berfungsi dalam situs glodokshop.com akan membuat kepercayaan serta profesionalisme akan terkesan negatif bagi pengguna. Menu-menu utama yang tidak berfungsi antara lain Update, Ordertracking dan menu Bantuan (pada home page), padahal menu-menu ini diletakkan di menu utama sehinga pengguna akan sangat mudah pengguna mengetahui tidak berfungsinya beberapa menu yang ditawarkan. Hal yang diakibatkan oleh tidak berfungsinya beberapa menu utama tentu akan membuat pengguna berpikir kembali untuk melakukan transaksi perdagangan melalui situs ini.
Selain tidak berfungsinya beberapa menu utama pada website, kesalahan lain juga terjadi pada saat tidak berubahnya warna menu menu utama (pada home page) yang telah atau sedang kita klik, sehingga akan mengakibatkan kebingungan akan posisi pengguna di menu yang mana. Penguna akan mudah terlupa akan sudah diaksesnya menu tersebut karena tidak adanya indikator antara menu yang aktif dan yang tidak. Sehingga pengguna pun harus melakukan klik kembali pada menu-menu yang ada yang mungkin mengakibatkan ketidakefisienan waktu.
Penggunaan link yang terlalu panjang (pada halaman FAQ) membuat penguna akan merasa kesulitan untuk membaca sehingga dapat mempengaruhi scanability suatu halaman website. Sehingga untuk mengatasi hal ini dapat menggunakan kata-kata yang efektif saja yang cukup mendeskripsikan isi dari halaman link tersebut.
2.8 Checklist, radio button & scrolling
Pada gambar disamping penggunaan checklist tudak diperlukan karena apabila kita ingin compare suatu produk terlebih dahulu kita harus melakukan checklist pada kotak disampingnya, kemudian kita klik button barulah hasil perbandingan produk ditampilkan. Penggunaan checklist disini akan membuat tidak efisiennya fungsionalitas dari fungsi compare karena penggunan harus melakukan dua langkah hanya untuk melihat hasil perbandingan produk. Sebaiknya untuk kasus seperti ini penggunaan checklist dapat dihilangkan sehingga ketika pengguna ingin melakukan perbandingan dengan produk lain cukup dengan mengklik button compare.
Kesalahan yang terjadi pada gambar disamping yang tentu merupakan bagian dari halaman glodokshop.com adalah pengunaan radio button yang hanya satu buah. Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan fungsi dari adanya radio button tersebut, dengan ada atau tidaknya radio button tersebut mau tidak mau pengguna juga tidak dapat memilih. Pihak pengembang mungkin menggunakan radio button ini untuk memberitahukan pengguna bahwa fungsi search tersebut akan melakukan proses pencarian pada web glodokshop.com, akan tetapi justru dengan menggunakan single radio button pihak pengembang telah melanggar konvensi umum. Sebenarnya penggunaaan single radio button dapat dihindari dengan menambahkan radio button lagi disebelahnya yaitu untuk by Google.
Penggunaan scrolling yang berlebihan dalam halaman website sebaiknya dihindarkan karena pengguna web kebanyakan malas untuk melakukan scrolling berulang dan kalaupun mereka melakukan scrolling, maka mereka hanya melakukannya sedikit saja (satu atau dua kali scrolling), semakin banyak scrolling yang dilakukan maka akan semakin sedikit penguna akan melakukannnya sehingga informasi yang tersedia di halaman website tersebut akan jarang diketahui oleh pengguna. Pada gambar diatas terdapat scrolling dalam scrolling artinya dalam glodokshop.com ini terdapat scrolling selain scroling yang ada pada browser sehingga jelas akan semakin membuat pengguna malas untuk melakukan scrolling pada halaman ini. Informasi yang disampaikan oleh perusahaanpun akan jarang dibaca oleh pengguna karena banyaknya scroling yang harus dilakukan.
Masalah screen resolution memang sudah menjadi permasalahan umum yang dihadapi oleh pihak pengembang website. Pengguna website di Indonesia yang kebanyakan menggunakan resolusi 800 x 600 atau 1024 x 768 piksel patut diamati, apalagi jika pihak pengembang membangun website dengan lebar yang melebihi resolusi komputer pengguna tentunya akan merusak tampilan optimal dari sebuah website. Hal terburuk yang dialami adalah munculnya banyak scrolling baik atas-bawah maupun scrolling ke samping. Hal ini diperparah dengan adanya scrolling dalam halaman website selain scrolling pada browser. Jika kondisi website sudah demikian tak mungkin jika pengguna akan meninggalkan website glodokshop.com sehingga perusahaan akan mengalami kerugian akibat kejadian ini.
Permasalahan diatas sebenarnya dapat diatasi dengan membuat lebar halaman web sesuai dengan ukuran terkecil resolusi monitor saat ini yaitu 800 piksel. Tentu hal ini bertujuan untuk menghindari kurang optimalnya tampilan dari website apalagi ditambah dengan adanya scrolling samping. Konsekuensi atas penggunaan resolusi kecil dalam membangun sebuah website adalah terbatasnay infiormasi yang harus ditampilkan dalam satu halaman website karena terbatasnya resolusi yang dibuat. Alternatif lainnya yang dapat digunakan pengembang adalah dengan menggunakan ukuran yang dinamis. Lebar halaman web didefenisikan dengan menggunakan ukuran persentase. Misalnya, jika lebar halaman didefinisikan 80% maka ketika dibuka pada komputer dengan resolusi berapapun, maka lebar halamannya akan memenuhi 80% dari lebar layar. Cara ini tentu lebih baik karena tidak bergantung kepada resolusi komputer pengguna. Selain itu, penyampaian informasi pada halaman web juga menjadi lebih efektif karena jika resolusi komputer pengguna tinggi, maka informasi yang akan ditampilkan juga lebih banyak. Jika komputer pengguna memiliki resolusi rendah, maka informasi pada halaman web tetap tersaji dengan baik tanpa adanya tidak ada scrolling ke samping.
2.10 Penggunaan bullet list yang kurang tepat
List digunakan untuk menampilkan informasi secara berurutan agar mudah dibaca oleh pengguna. Pada web ini, penggunaan bullet kurang tepat untuk list yang terdapat pada halaman index
Pada gambar di samping, bullet yang digunakan menyerupai check list sehingga pengguna mungkin akan bertanya-tanya apakah itu check list atau hanya sebuah bullet. Sebaiknya bullet ini diganti dengan bullet lain sehingga tidak menimbulkan interpretasi yang berbeda dari pengguna.
Dalam menggunakan Drop list pada website sudah seharusnya menggunakan default value. Pada gambar disamping terdapat kesalahan dalam menggunakan Drop list karena tidak adanya default value.
Penulisan teks dalam website akan lebih sulit dibaca jika dibandingkan dengan penggunaan left alignment. Hal dikarenakan mata pengguna telebih dahulu akan meng-scan beberapa baris pertama dari teks di halaman website. Ketika baris tidak dimulai dengan posisi horisontal yang sama pembacaan teks akan merasa terganggu. Hal ini tentu akan merugikan perusahaan apabila informasi yang terkandung didalamnya tidak dapat dipahami oleh pembaca karena kesulitan untuk membaca dengan center alignment
Penggunaan tab sudah seharusnya diiringi dengan adanya penanda atas tab yang sedang aktif misalnya dengan pemebrian warna yang yang lebih terang/muda dari tab yang lain yang tidak aktif. Kondisi ini terjadi pada tab yang digunakan pada glodokshop.com, tab feature sedang aktif akan tetapi yang terjadi di situs ini tidak ada perubahan apapun yang terjadi pada tabnya ketika pengguna mengklik feature sehingga akan membuat pertanyaan tab mana yang saat ini saya akses.
Kondisi ini diperparah dengan berbedanya label antara yang di tab dengan label pada isi informasi setelah pengguna klik. label di tab namanya Fitur sedangkan label di isi halaman bernama Features, konsistensi bahasa juga ikut memperparah kesalahan dengan tidak adanya penanda pada tab yang sedang aktif. Hal ini jelas akan menambah kebingungan pengguna untuk mengakses situs ini.
2. PENUTUP
Human Computer Interaction dalam sebuah website adalah salah satu faktor penting dalam mengembangkan sebuah web. Pengembang harus memahami prinsip-prinsip usability sebelum mengimplemen-tasikannya pada sebuah web. Web merupakan salah satu media efektif perusahaan untuk mempromosikan perusahaannya. Pengembangan web perusahaan bertujuan untuk meningkatkan rasa kepercayaan pengguna/pelanggan terhadap perusahaan.
Pada pengembangan web glodokshop.com masih terdapat banyak kekurangan menyangkut masalah usability. Kekurangan-kekurangan yang ditemukan pada web ini, antara lain pengggunaan dan kosnsitensi font dan warna yang tidak sesuai, lay out yang kurang efisien. Konsistensi istilah juga menjadi permasalahan, pengunaan link yang yang kurang tepat baik tekstual, graphical, button, klik target, klik disini, serta penggunaan link yang terlalu panjang. Penggunaan Checklist, radio button & scrolling juga menjadi permasalahan dalam membangun situs ini. Selain itu ditambah dengan masalah Screen resolution
Penggunaan bullet list yang kurang tepat, tidak adanya default value pada bentuk-bentuk tertentu, format teks yang center alignment, serta konsistensi tab dan label.
Kekurangan-kekurangan ini membuat web terlihat kurang profesional apalagi situs ini merupakan situs e-commerce yang mana kepercayaan menjadi modal utama atas berlangsungnya situs ini. Tentu hal ini akan berakibat dengan menurunnya user experience dalam menggunakan situs glodokshop.com ini dapat membuat kepercayaan pengguna/pelanggan terhadap perusahaan berkurang.
Laporan akhir ini diharapkan menjadi bahan masukan bagi pengembang untuk mengembangkan web glodokshop.com dengan lebih memperhatikan faktor-faktor usability, user experience serta user interface. Kekurangan-kekurangan yang masih dijumpai, sebaiknya menjadi bahan pertimbangan dan bahan evaluasi bagi pengembang untuk meningkatkan kualitas dari website, mengingat pentingnya faktor-faktor tadi dalam menunjang keberlangsungan situs e-commerce ini.
3. DAFTAR PUSTAKA
Jeff Johnson. 2008. GUI Bloopers 2.0 Common User Interface Design Don’ts and Dos. Morgan Kaufmann Publishers is an imprint of Elsevier. 30 Corporate Drive, Suite 400, Burlington, MA 01803, USA
Web Bloopers: 60 Common Web Design Mistakes and How to Avoid Them. Morgan Kaufmann Publishers.
SpiderPro. 2001. 100 Do’s and Don’ts in Web Design Styleguide. http://www.spiderpro.com/ebooks/styleguide.pdf
Wilbert O. Galitz. 2007. The Essential Guide to User Interface Design An Introduction to GUI Design Principles and Techniques Third Edition. Wiley Publishing, Inc.10475 Crosspoint Boulevard Indianapolis, IN 46256.
[...] http://ferryilkom42.wordpress.com/analisa-hci-glodokshopcom/tugas-analisis-imk-2/ [...]