Welcome to Deutsche Bank

19 09 2010

Dua minggu sudah, merasakan kantor baru, suasana baru dan tentunya teman-teman baru. Selagi masih belajar ini dan itu, saya sebagai staff baru masih juga mengikuti On boarding program Deutsche Bank. Program ini seperti Masa orientasi bagi karyawan baru Deutsche Bank. hari pertama pun diisi tentang presentasi mengenai Deutsche Bank. slogannya DB dengan Passion to perform nggak pernah lewat oleh HR untuk menyemangati kita untuk selalu perform ke company. Selain itu intinya mah kita dibuat bangga dengan joinnya kita di Deutsche Bank. Mereka berharap dengan begitu, kita bisa perform yang terbaik untuk company.

On boarding awal beres, langsung di jemput sama Team leader masing-masing. Agenda berikutnya muter-muter kantor sama team leader untuk kenalan dari Vice President ampe rekan se tim. Kesan yang kudapet, mereka sangat menyambut hangat orang baru. Alhamdulillah, hari itu berjalan lancar, malah sempat heboh karena kaget dengan masih mudanya usiaku… hehehe. Maklum kebanyakan sudah diatas 25 tahun dan juga di institusi keuangan kaya DB mayoritas diisi para wanita, hahaha. yah, biasa deh digoda2in brondong-brondong gitu… hahahhah. Tetapi justru gara-gara itu suasana menjadi semakin hangat dan menyenangkan. Ada yang unik dengan perkenalan dengan pihak manajemen, hampir semua mereka bilang, “Nice to meet you, welcome to Deutsche Bank”. senang rasanya :D . Now, waktunya unjuk kebolehanmu di Deutsche Bank.





Ramadhan Pertama

10 08 2010

Ramadhan tahun ini, memang bukan ramadhan pertama dalam hidup saya. Akan tetapi Ramadhan tahun ini merupakan Ramadhan pertama saya di dunia kerja. Jelas, nanti terasa berbeda dengan Ramadhan yang pernah kurasakan Empat tahun sebelumnya. Ramadhan saat masih kuliah, tentu suasananya jauh berbeda dengan kondisi saat ini. Ramadhan di kampus IPB, kampus dengan meriahnya dan khusuknya suasana Ramadhan, Masjid Al Hurriyyah yang penuh dengan mahasiswa yang tilawah Al Quran, kajian-kajian keislaman yang ramai. Subhanallah, rindu akan semua itu.

Banyak sahabat, teman-teman baik di DKM Al Hurriyyah, Alvo FM Crew maupun anak-anak di kosan Bara III 31 (kosan ternyaman yang pernah kurasakan) yang saling mengingatkan untuk terus memperbaiki amaln dan memperbanyak amalan di bulan puasa. Tapi sekarang, kondisinya sudah jauh berbeda, tak lagi kujumpai khusuknya suasananya masjid Al Hurriyyah, kajian kajian dari Ustadz-ustadz disana, sehari-hari masih tetap disibukkan dengan urusan pekerjaan yang seolah tak kenal henti.

Yaa Rabb, semoga Ramadhan tahun ini, meski tak lagi “kondusif” seperti dahulu, hamba mampu mengisinya dengan hal-hal yang jauh bermanfaat. amien





Hidup adalah belajar

2 08 2010

Dikutip dari sms semangat dari seorang sahabat yang selalu semangat,

Hidup adalah belajar,

Belajar bersyukur meski tak cukup

Belajar memahami meski tak sehati

Belajar ikhlas meski tak rela

Belajar Sabar meski terbebani

Belajar setia meski tergoda

belajar dan terus belajar dengan keyakinan setegar karang

tetapi memang sudah menjadi kodrat, hati ini seperti gelombang air laut yang pasang surut dan sering terbawa arus

Maka dari itu tetaplah belajar di jalan yang benar

Belaajr menjadi lebih baik untuk menjadi yang terbaik di hadapanNya kelak.





Saya tidak pernah TK

22 07 2010

Ada yang berbeda hari ini, ketika berangkat kerja saya memang selalu melewati sebuah Taman Kanak – kanak di deket kosan saya tinggal. Akan tetapi hari ini untuk pertama kalinya saya melihat mereka seperti senam bareng di halaman TK tersebut dan sambil menyanyi dengan lagu-lagu daerah. Ketika saya tepat melewati TK tersebut, saya perlambat langkah ini untuk melihat sejenak tingkah laku anak-anak TK itu. Seketika itu, saya jadi teringat, gimana ya, rasanya jadi anak TK. Maklum saya dulu nggak pernah TK, jadi entah kenapa pertanyaan ini muncul kembali, gimana ya rasanya jadi anak TK. Bebas rasanya melihat mereka itu, senang ceria, tentu mereka bebas untuk bermain sesuai dengan seusianya.

Terkadang ingin rasanya kembali ke masa-masa kanak-kanak, bebas bermain, menyanyi, semuanya dah. Tidak seperti sekarang, yang hidup seakan-akan seperti “robot”. Berangkat pagi pulang sore/malam, terjebak dalam rutinitas sehari-hari. Betapa bahagianya mereka, meskipun tentunya tidak mengurangi betapa besarnya rasa syukur ini kepadaNya.





Impian dan Beethoven Virus

12 07 2010

Dengan diiringi lantunan merdunya suara musik dari ost bethoven virus, membuat diri ini ingin menuangkan sesuatu yang ada di dalam pikiran ini ke dalam sebuah tulisan. Entah berapa kali serial korea ini telah ku tonton, dan mungkin masih akan kembali ku tonton. Semenjak teman kuliah sekaligus teman kantorku yaitu Lena mengenalkan serial ini, secara tidak sadar saya menjadi addict akan serial-serial asia lainnya khususnya jepang dan korea (tentu gak asal serialnya, kalau punya yang bagus, minjem dunks ! hee ).

Dalam serial ini banyak tokoh yang saya kagumi diantaranya Sang Maestro Kang Gun woo yang mempunyai latar belakang kehidupan yang keras sehingga membuatnya sukses menjadi Konduktor Orkestra tingkat dunia, meskipun watak dan perilakunya “terkadang” sulit diterima oleh orang lain. Kemudian perjuangan dan kerja keras seorang Kang Gun Woo, seorang polisi lalu lintas yang mempunyai nama yang sama dengan seorang maestro dunia. Ia lebih memilih untuk meninggalkan karirnya sebagai polisi hanya untuk menggapai impiannya sebagai konduktor sebuah orchestra. Serta tokoh-tokoh lainnya yang mempunyai pesan tersendiri di balik peran mereka. Apalagi cinta segitiga antara Du Rumi, Kang Gun Wo junior dan senior, seru banget untuk diikuti, hehehe.

Inti cerita dari film ini memang biasa tetapi setiap peran yang dilakukan oleh masing-masing pemain, jelas mempunyai makna akan besarnya arti perjuangan dan kerja keras untuk mencapai impian kita. Klise memang, dan tentu kita semua sudah tau akan hal itu, tapi serial ini mempunyai tempat yang tersendiri bagi saya akan arti sebuah perjuangan untuk mencapai apa yang kita impikan.

Setiap orang tentu menpunyai impian masing-masing, ada yang ingin kuliah di luar negri, membuat yayasan sosial, bekerja di tempat elit, serta lainnya. Mungkin hingga saat ini ada beberapa impian kita yang sudah terlaksana dan tentu dengan tercapainya salah satu impian kita maka semangat kita akan kembali terlecut untuk terus berjuang dan bekerja keras untuk mencapai impian kita selanjutnya. Semangat !!!.





sebuah nasehat

30 06 2010

Bulan-bulan menjelang Ramadhan, yaitu Rajab dan Syaban selain kita disibukkan dengan perbanyak amalan dan shaum sunnah, kita juga kebanjiran” undangan walimahan dari sahabat atau sanak keluarga. Nah, karena momentum tersebut saya “iseng-iseng”  beberapa hari lalu blog walking mengenai pernikahan . Waktu itu saya menemukan sebuah tulisan mengenai hal pendamping hidup. Kebetulan terdapat seorang pria yang sedang mencari pasangan hidupnya.  Nah, kakak perempuannya memberikan nasehat yang sederhana kepada sang adik laki-lakinya dalam hal mencari pasangan. Kali ini saya hanya kembali menuliskan nasehat sang kakak tersebut terhadap adiknya.

Sang kakak meberikan nasehat kepada adiknya, kalau kamu mau mencari pasangan haruslah mempunyai nilai 1000. Waktu itu si adik bingung, maksud dari pernyataan sang kakak. Kemudian sang adik menanyakan lebih lanjutmengenai  mencari pasangan harus bernilai 1000. Si adik waktu itu mikir, gede amat seribu, kenapa nggak 100 aja . Kemudian sang kakak menjawab “ Ya iya, kalau nyari yang shalihah,kaya, cantik, dan pinter”. “Yah kakak, kalo itu  semua orang maunya juga begitu” Timpal si adik.

Lalu sang kakak menjelaskan bahwa dalam mencari pasangan hidup itu ada 4 hal, Agama, Harta, Fisik, sama Ilmu. Nah, Agama itu bernilai 1, untuk harta, fisik dan ilmu itu bernilai 0. Artinya kalu kita dapat semuanya tentu pasangan kita bernilai 1000. Yah, kalo gak bisa dapet yang bernilai 1000, kita harusnya dapat 100 atau 10. At least  bernilai 1 alias punya agama yang bagus. Karena jika kita punya pasangan yang kaya, cantik dan pinter saja,  nilainya tetap 000 alias 0 (Nol). Jadi bagaimanapun juga agama adalah hal yang no. 1.

Mungkin teman-teman sudah ada yang tahu akan hal ini, tapi jujur ketika saya tahu akan hal ini, jadi tersenyum sendiri, sungguh keren nasehatnya, he he. Ayo bagi anda yang sudah “siap” segera dilaksanakan atuh, jangan lupa di tunggu undangannya. Kalau anda bertanya kepada saya, saya masih belum siap,wekekekkek.





Puaskah dengan pekerjaan anda ?

30 06 2010

Manusia memang sudah jadi mahluk yang tak pernah puas. Kita pasti ingin menjadi yang lebih, lebih dan lebih. Hal ini tentu berlaku dalam semua hal, ketika kita bermain game (seperti saya sekarang, lagi “belajar “ maen Mario forever yang selalu mati ketika lompat ), ketika sekolah, kuliah, dan juga masalah pekerjaan. Memang, apabila kita berbicara mengenai pekerjaan pastilah tak ada habisnya. Apalagi ketika kita berbicara masalah kepuasan dalam hal pekerjaan.

Kepuasan kita dalam bekerja tentu dipengaruhi oleh banyak hal. Mungkin kalau boleh saya simpulkan ada beberapa kriteria yang bisa “memuaskan” orang dalam bekerja.  Sebagian besar orang mungkin menganggap masalah salary alias gaji bisa menjadi salah satu faktor  utama terhadap tingkat kepuasan seseorang dalam bekerja. Kalau dalam hal ini saya juga setuju dengan mereka, meskipun  jelas salary bukanlah segala-galanya.  Pasti dengan gaji yang “besar” kita bisa melakukan “banyak” hal, dan ini tentu bisa membuat orang puas dengan pekerjaan yang di gelutinya. Meskipun definisi gaji “besar”-nya saya dengan anda berbeda, bisa saja menurut saya kecil tapi menurut anda besar atau bisa juga sebaliknya. He he.

Faktor selanjutnya, yaitu tingkat kenyamanan seseorang dalam bekerja. Jangan remehkan orang-orang ini, mereka terkadang rela dibayar lebih sedkit hanya untuk mencari kenyaman dalam bekerja. Teman-teman kantor yang enak, kerja dengan pekerjaan yang kita sukai, atasan yang gak demanded, atau hal lainnya. Dua hal diatas mungkin yang langsung terpintas di pikiran saya sekarang dan. Meskipun sebagian orang masalah faktor kepuasan tak semata-mata karena dua hal diatas. Yah, ini memang subyektif, tapi inilah penilaian saya meskipun saya yakin masih banyak faktor lain yang menentukan kepuasan dalam bekerja.

Nah, kalau boleh memilih tentu kita menginginkan memiliki gaji yang besar dibarengi dengan nyamannya kerja dengan pekerjaan yang kita geluti sekarang. Kalau sudah memiliki itu serasa puas hati ini dalam bekerja. Tapi namanya kehidupan tentu kita tak bisa memilih. Bagaimana posisi anda sekarang ?.  Beruntunglah anda apabila sudah mendapatkan semuanya sekarang. Tetapi di pihak lain apakah anda berada di posisi sesorang yang telah mendapatkan gaji besar tapi nggak nyaman, atau sebaliknya gaji yang cukup tapi kondisi kantor yang membuat kita nyaman atau bahkan tidak mendapatkan keduanya ?. Terlepas dari itu semua, rasa bersyukur dengan atas apa yang tealh kita dapat saat ini mungkin bisa menjadi obat mujarab apabila anda berada di posisi yang tidak anda inginkan. So dimanakan posisi anda sekarang ?





Do what you love or Love what you do !

7 04 2010

Dalam melakukan segala hal tentu terasa lebih menyenangkan kalau aktivitas atau pekerjaan tersebut merupakan hal yang kita sukai atau kita cintai, pasti enjoy ngejalaninnya, tapi kadang kita tidak selalu berhadapan pekerjaan yang kita senangi. Nah, kalo sudah begini gimana?. Btw, sudah cintakah kita terhadap pekerjaan kita sekarang ? hayooo, mungkin sudah ada yang enjoy, atau mungkin sedang mencoba untuk enjoy dengan pekerjaan sekarang. Ok, setelah kita tahu jawabannya, cobalah evaluasi diri, benarkah pekerjaan ini yang kita cintai, aktivitas inikah yang kita sukai. Terkadang kita sendiripun bingung, aktivitas atau pekerjaan apa yah, yang kita sukai, betul gak?. Fakta di lapangan, tentu kita kadang atau bahkan sering menghadapi kondisi dimana kita harus mengerjakan pekerjaan yang tidak kita sukai. Terus gimana dong?.

Saya kutip dari salah satu buku Best Seller karya Billy Boen yang berjudul Young On Top. Salah satu buku yang paling sering saya baca dari buku-buku yang pernah saya beli, karena setiap membaca buku itu, semangat dan motivasi diri ini dijamin bangkit lagi. Yeah, terdapat salah satu bab disana yaitu Do What You Love, Love What You Do. Keren ya istilahnya, makanya saya jadikan judul disini. Salah satu bab penting menurut saya, apalagi kalau kita sedang “terjebak” di pekerjaan yang mungkin kurang atau tidak kita senangi. Guys, sangat tidak enak rasanya kita melakukan pekerjaan yang tidak kita sukai, bener lhooo hee. Suatu pekerjaan yang tidak kita sukai tak semata karena jobdesc nya, bisa juga karena lingkungan, relationship atasan dengan bawahan, atau lainnya yang semuanya menyebabkan kita jadi nggak suka dengan pekerjaan kita.

Solusinya gimana? Dalam buku tersebut mengatakan, mereka adalah orang yang “hebat” karena mampu bekerja dengan pekerjaan yang tidak mereka sukai, apalagi dalam jangka waktu yang lama. Tetapi bagaimana mereka yang tidak suka dengan pekerjaanya dan sudah nggak kuat lagi, tapi mereka tidak bisa keluar dari pekerjaan begitu saja, karena punya tanggungan misalnya, sehingga pekerjaan hanyalah semata menunggu tanggal gajian. Buku tersebut menjelaskan kepada kita bahwa apabila kita tidak dapat melakukan pekerjaan yang kita sukai (Do What You Love), maka cobalah sukai pekerjaan kita sekarang (Love What You Do).

Meskipun tentu ini tidak mudah dilakukan. Jangan lupa, mayoritas orang sukses, adalah mereka yang bekerja dengan pekerjaan yang mereka cintai. Secara logikapun jelas, tentu hasil kerja kita dengan pekerjaan yang kita sukai akan jauh optimal daripada hasil kerja dengan pekerjaan yang tidak kita sukai. So, anda mau ambil jalan yang mana, Do What You Love or Love What You Do ???





IBM Business Partners Conference 2010 (II)

13 02 2010

Oke, sekarang lunch time tiba, kita tentunya pada makan, tapi yah, biasa pake konsep makan berdiri (hmmm, gimana yah…). after lunch sesi berikutnya ada 4 track yang dilakukan secara parallel sesuai dengan minat kita masing-masing, track 1 itu temanya New Intelligence and Smarter Product, track 2 mengambil temanya Dynamic Infra and Smart Work di track 3 ada STG Track dan yang terakhir sesi Executive Club Forum (jelas isinya para bos). Karena di kantor saya pegang IBM Cognos Business Intelligent, tentu saya ambil yang track 1 yaitu New Intelligence and Smarter Product.

Dalam setiap track ini juga dibagi dalam bebrapa sesi diantaranya Cost reduction with DB2 9.7 Oracle compatibility, Managing data and content growth, Trusted Information Solutions, IBM Cognos BI Reporting, Rational Solution Optimized for Webspere and Portal, IBM Cognos Financial Analytics (TM1), learn how to reduce costs of software delivery without compromising quality dan yang terakhir Best practices on how to protect business from cyber hackers.

Ada yang menarik di sesi pertama di track 1 yaitu masalah DB2, jujur saya gak begitu tahu tentang DB2, pas kuliah juga kayaknya saya gak pernah baca artikel atau something about this product (kurang update teknologi nih kayaknya pas kuliah). Menariknya di sesi ini dibandingin antara kinerja DB2 dan Oracle. Dan hasilnya tentu sudah pada tahu. Dan ada hal yang menarik tapi saya juga agak susah ngejelasinnya, karena kebanyakan yang dibicarakan katanya secret just for IBM Business Partners heee

Intinya pembicara untuk masalah ini ada dua orang, yang satu ex- Oracle Consultant sekarang jadi orang IBM khusus menangani DB2 dan yang satu lagi yaitu orang Oracle yang sekarang hijrah ke DB2 – nya IBM. Dari itu bisa tahulah, ditebak-tebak bagaimana comparation antara Oracle dengan DB2. Pokoknya buka-bukaanlah antara Oracle dengan DB2, tapi bijaksananyadi akhir sesi sang pembicara bilang memang setiap produk tidak ada yang sempurna. hmmm dunia bajak-membajak orang memang gak bisa dihindari yah, di dunia IT kaya kita ini. Tapi mau dong saya dibajak ama IBm Hee.

Di track ini bagian menarik lainnya tentunya adalah sesi IBM Cognos BI Reporting, karena inilah yang selama ini saya kerjakan di kantor selain Risk Management. Pembicaranya seorang wanita dari Jepang (tepuk tangan untuk para wanita hahahah), kita komunikasi pakai English of course coz pembicaranya gak bisa pake bahasa, heee. Penjelasan dari ibu ini sungguh membuat saya semakin tertarik mendalami Cognos, mantabh dah pokoknya, tapi sedihnya untuk sesi ini gak ada Tanya jawab, karena si ibunya mau pergi ada agenda lain, padahal ada yang mau saya tanyain, L.

Sesi lainnya mengenai produk dengan versi terbaru dari IBM. Nah, saking gapteknya saya cuma bisa bengong karena ternyata teknologinya dah manteb and canggih, yang selama ini saya nggak tau (emang sayanya kuper bgt nie, pas kuliah kurang update teknologi terbaru, hee). Excited, and cool aja dah komentarnya. Acara berakhir sekitar 18.30, saatnya pembagian doorprize, hadiahnya ada Camdig, sepeda lipat, LCD 32”, dll. Setelah menunggu bareng temen-temen kantor, ternyata diantara kita gak ada yang dapet doorprizenya, hahahaaha. Yah blom rejeki kali. Oke sampai jumpa di IBM Business Partners Conference 2011 (kalo masih diberi kesempatan) J.





IBM Business Partners Conference 2010 (I)

13 02 2010

IBM Business Partnesrs ConferenceSebagai salah satu business partner dari IBM, perusahaanku tentunya dapat invitation to attend IBM Business Partners Conference 2010 di Shangri-La Hotel. Tepat pada tanggal 9 februari 2010, perusahaanku mengirim perwakilan sebanyak 6 orang, 4 orang konsultan (include me) dan sisanya pimpinan perusahaan. Bangga rasanya bisa mewakili company untuk join di acara keren ini, dimana yang peserta yang hadir merupakan all business partners company all over Indonesia. Disana berharap bisa ketemu anak ilkom lain, tapi gak nemu, hee. Tapi gak sengaja ketemu anak TIN 42, yang jadi IT Account Officer di salah satu IT company di Gatsu (Gatot Subroto), ngobrol dah .

Acara dimulai pukul 09.00 pagi, semua peserta berkumpul di depan Ballroom untuk menikmati breakfast (makanannya kayak roti2 di breadtalk gt, tp ukurannnya kecil, hmmm nyummie.. tea, and coffee jg ada, lumayan gratis hoo). Most of us, menyebar untuk cari relasi, tak lupa dah bawa banyak name card udah di prepare untuk disebar ke kenalan dari company lain. Yah, pagi itu di dominasi acara kenalan , promosi company masing-masing yang who knows one day kita bisa joinan. Kebanyakan yang hadir selain para bos company (mengingat nanti juga ada executive club forum) juga hadir para manager sales, dan konsultan2 gitu.

Finally, acara dimulai, kami masuk di sebuah ruangan yang hmmm keren… haaa, maklum pertama kali masuk Ballroom hotel Shangri-La (dalam hati kalo resepsi nikah disini abis berapa yah, kayaknya keren…hahahhahaha). Naga dan Barongsai menjadi pembuka acara konferensi ini, dalam hati juga bertanya ini acara gong xi fa cay atau acara IBM. Yah, mungkin untuk menjelang IMLEK. Trus dilanjutin sambutan oleh Presiden direktur IBM Indonesia, Bp Suryo. Wah, mantabh dah sambutannya gak kaya kalo acara di kampus sambutan yang “ngebosenin”.

Tapi kali ini Pak Suryo membuka acara dengan data dan fakta tentang perbandingan ekonomi indonesia dan dunia serta kaitannya dengan IBM. Wow, mantabh dah, excited pokoknya jadi bangga kita ini orang Indonesia, apalagi beliau bilang Indonesia bakal lebih mantabh lagi kalo menteri keuangan yang sekarang gak diganti. Hahahah di dalam hati ternyata Pak Suryo yang nota benenya Presdir IBM Indonesia juga setuju dg kepemimpinan Ibu Sri Mulyani sama kaya aku yang pengagum berat bu Sri Mulyani. (“ gak penting yah… ”).

Overall sampai lunch time acara di dominasi dari presentasi dan diskusi mengenai preview kinerja di tahun 2009 dan IT trends and opportunity di tahun 2010 yang nantinya menjadi pijakan para business partners. Pembicaranya kebanyakan dari IBM Singapore yang orang India, otomatis kita pake English, yah, saya agak kesulitan sie, banyak yang diskip omongannya karena ngomongnya cepet plus pake logat English India, tp overall oke lah. Disana banyak istilah dan produk yang baru ku ketahui, ternyata banyak banget teknologi IBM yang canggih parah, tapi memang belum saatnya Indonesia menggunakan itu semua (produk IBM). Kagum juga sih, idenya itu loh mantabh. Untuk tahun 2010 ini IBM punya tema yaitu “SMARTER PLANET”. Apa itu nanti bakal di bahas tersendiri.





Enterprise Risk Management

6 02 2010

Wah, akhirnya ngeposting blog juga, tapi kali ini mau nge-share ah, kerjaan yang selama ini dikerjain. Well, sebenarnya di kantor, saya dapat kebagian untuk handle 2 bidang, Enterprise Risk Management (ERM) – Cura Risk Software dan Business Intelligent (BI) – IBM Cognos 8 BI. Untuk kali ini, mau cerita mengenai ERM. Dipastikan di semua perusahaan tentu dong, punya risiko dalam menjalani bisnisnya, oleh karena itu peluang itu perusahaan kami ambil untuk memberi konsultasi dan solusi bisnis (ya iyalah, namanya juga perusahaan konsultan) kepada klien. Tentu, risiko bisnis itu muncul dari adanya tujuan atau goal yang dimiliki oleh perusahaan, jadi dimana ada goal atau istilahnya dalam ERM yaitu Objective Setting tentu ada hambatan dan rintangan yang muncul untuk mencapainya, nah hambatan itulah yang dinamakan risiko.

Risiko banyak banget macemnya, gampang nya ada political risk, system failure, dll. Dalam meng-organize risk ini dibantu dengan sebuah software namanya Cura Risk Software. Software ini juga mengakomodir, tak hanya risk management, tapi juga mampu menghandle Compliance, dan Survey. Disertai dengan reporting yang dapat di customize sehingga oke banget dipake (meskipun kalo customize ni report pake coding, hiks hiks). Dalam reporting tak hanya drag and drop tap banyak bgt harus pake hard code, bahasa yang digunakan adalah RAP (Report Application Pascal) sama ada syntax kaya LISP – meskipun ni bukan secar langsung tapi di prosesnya da yang make LISP), gak nyangka bakal ketemu LISP lagi.

Nah, untuk RAP, dari namanya ada kata pascal, memang codenya agak mirip2 syntax pascal. Tapi yang bikin repotnya ni buat report Cura Risk software minim banget featurenya, jadi yah, balik lagi pake hard code. Tapi tenang, bagi para klien ini semua yang ngerjain konsultan (alias kami) kalo klien mah, dah langsung jadi tinggal make, (ya iyalah hahaha). So yang berdarah-darah tentunya dan pastinya konsultan sama developer.

Oke balik lagi, basiclly ERM tuh ada tahapan yang harus diikuti menurut standar international, yaitu ada COSO, dll. Tapi intinya terdiri dari empat, yaitu Risk Identification, Risk Assessment/ Analysis/ Evaluation, Controls/Risk Mitigation/ Treatment, dan Monitoring. Semua tahapan ini lah yang dihandle oleh Cura Risk Software. Risiko di manage agar bisa di minimalisir dampaknya supaya tujuan perusahaan tercapai. Di Indonesia saat ini memang lagi hot-hotnya membahas Risk Management. Jadi Peluang untuk masuk ke bidang ini masih sangat besar, Perusahaan yang telah menerapkan Cura Risk Software dalam pengelolaan risikonya adalah PT Telkom Indonesia yang juga tentunya menjadi klien kami. oke, sampai sini dulu aja, next posting tentang IBM Cognos 8 BI.





IBM Cognos 8 BI Author Certification Exam

3 12 2009

Alhamdulillah yaa Rabb, saya bisa lulus ujian sertifikasi IBM Cognos 8 BI : Author. Perlu diketahui saya belum pernah mengenal BI (Bussiness Intelligent) secara mendalam sebelumnya, buka software Cognos 8 pun saya belum pernah. Ini semua diawali ketika pimpinan saya menyuruh untuk ujian sertifikasi cognos. Awalnya mungkin sampe sekarang sayapun masih bingung dan kaget, Hah, ujian sertifikasi Cognos? Itulah pertanyaan yang ada dalam pikiran dan hati saya ketika ditugasi untuk mengikuti ujian ini. Jelas saya ketakutan dan kebingungan, saya benar-benar zero knowledge tentang cognos.

Tanya alumni ilkom ipb-pun telah kulakukan, dan mereka kebanyakan bilang, Wah, gak mungkin tuh masa “Cuma” dari user guide doang udah disuruh sertifikasi?. Pernyataan seperti itu malah membuat saya takut dan panik mengingat biaya untuk ujian ini sekitar 100 US Dollar + 10 US Dollar untuk agen penyelenggaranya dibayar oleh company, Gimana ya kalau nggak lulus? Tanyaku dalam hati. Apa mau dikata, show must go on, jadi hanya bermodalkan User Guide Cognos dan bahan-bahan dari internet saya mulai untuk belajar Cognos 8 BI Author.
Sepuluh hari saya membaca dan memahami tentang Cognos. Intenet, baca, rangkum, baca, hafal, itu yang kulakukan di kantor selama 10 hari untuk mempersiapkan ujian. Rabu, tanggal 11 November 2009, menjadi hari yang penting bagiku dan mungkin bagi kelanjutan karirku disini, ada 2 konsekuensi yang harus kutanggung, (1) Jika lulus, tentu menjadi prestasi tersendiri bagiku karena saya mempunyai sertifikasi IT (IBM Cognos 8 BI) (2) Jika fail, tentu menjadi hal yang mengurangi prestasiku pada saat masa percobaan saat ini. Berdoa, menjadi andalan di saat saat seperti ini, semuanya ku kembalikan pada Mu yaa rabb.
Akhirnya ku ikuti ujian sertifikasi itu di daerah setia budi kuningan, 90 menit kukerjakan dan ternyata hasilnya langsung dapat diketahui. Setelah 90 menit selesai, alhamdulillah saya luluuuuuusssssss.
Seneng banget, yang lebih menyenangkan lagi saya dapat score 96% dari persyaratan lulus yang 74%. Rasa syukur tak henti selalu kupanjatkan hanya kepadaMu yaaa Raab, yang telah memberikan kemudahan bagi diri ini untuk terus melangkah, demi mencari RidhaMu.








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.